Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah melemah dipicu sentimen eksternal

Selasa, 09 Oktober 2018 - 11:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2mfoLdn
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2mfoLdn

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (9/10) dibuka melemah sebesar 10 poin menjadi Rp15.205 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195 per dolar Amerika Serikat dipicu oleh sentimen eksternal.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (9/10) mengatakan berbagai sentimen global masih mendukung penguatan mata uang dolar AS, terutama setelah dirilisnya data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang membaik.

"Data-data ekonomi AS yang membaik membuka peluang The Fed melanjutkan kenaikan suku bunga," katanya, dihimpun Antara.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang mengkhawatirkan kondisi ekonomi Italia. Defisit anggaran negara itu memburuk di tengah utang yang juga terus bertambah.

"Sentimen eksternal itu membuat laju dolar AS kembali meningkat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya yang akhirnya berdampak pada depresiasi rupiah," lanjut dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (9/10) dibuka melemah sebesar 10 poin menjadi Rp15.205 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195 per dolar Amerika Serikat dipicu oleh sentimen eksternal.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (9/10) mengatakan berbagai sentimen global masih mendukung penguatan mata uang dolar AS, terutama setelah dirilisnya data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang membaik.

"Data-data ekonomi AS yang membaik membuka peluang The Fed melanjutkan kenaikan suku bunga," katanya, dihimpun Antara.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang mengkhawatirkan kondisi ekonomi Italia. Defisit anggaran negara itu memburuk di tengah utang yang juga terus bertambah.

"Sentimen eksternal itu membuat laju dolar AS kembali meningkat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya yang akhirnya berdampak pada depresiasi rupiah," lanjut dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com