Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Tak rawat mobdin, Kadinas dapat motor

Selasa, 09 Oktober 2018 - 13:41 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Bupati Kudus Muhammad Tamzil tengah cek kondisi mobil dinas. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Bupati Kudus Muhammad Tamzil tengah cek kondisi mobil dinas. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Ratusan mobil dinas yang digunakan oleh pejabat eselon III dan II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diperiksa oleh Bupati Kudus Muhammad Tamzil. Dimana mobil-mobil tersebut diparkir di halaman Pendopo kemudian usai apel pagi langsung dicek kondisi kelayakannya.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan rata-rata kondisi mobil dinas telah berusia di atas 8 tahun bahkan ada yang sudah 12 tahun. Sehingga perlu diremajakan demi keselamatan para penggunanya. "Seperti mobil operasional DPMPPTSP sudah berusia lebih dari 12 tahun, sering mogok ketika untuk keliling melayani masyarakat. Makanya perlu diremajakan," ujarnya, Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Ia menjelaskan, pihaknya akan memprioritaskan mobil operasional layanan masyarakat. Sebab berdasarkan aturan mobil dinas dapat diganti setelah 5 tahun. "Rencana dianggarkan jika mencukupi maka mobil operasional camat maupun kabag-kabag akan diremajakan. Dimana ada 17 mobil operasional camat dan Kabag yang saat ini telah berusia 12 tahun dan 55 mobil kepala dinas yang berusia 8 tahun," paparnya.

Ditambahkan Bupati, hasil temuan pengecekan mobil dinas kali ini akan menjadi evaluasi. "Jika kinerja tidak bagus termasuk tidak bisa merawat kendaraan dinas, maka akan kami ganti dengan motor. Kami akan berikan sanksi berupa penurunan fasilitas sama dengan staff, tidak perlu penurunan pangkat," imbuhnya.

Terkait temuan lainnya yang menjadi  perhatian yakni kondisi ban mobil yang rata-rata sudah "aus", serta kebersihan mobil.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Ratusan mobil dinas yang digunakan oleh pejabat eselon III dan II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diperiksa oleh Bupati Kudus Muhammad Tamzil. Dimana mobil-mobil tersebut diparkir di halaman Pendopo kemudian usai apel pagi langsung dicek kondisi kelayakannya.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan rata-rata kondisi mobil dinas telah berusia di atas 8 tahun bahkan ada yang sudah 12 tahun. Sehingga perlu diremajakan demi keselamatan para penggunanya. "Seperti mobil operasional DPMPPTSP sudah berusia lebih dari 12 tahun, sering mogok ketika untuk keliling melayani masyarakat. Makanya perlu diremajakan," ujarnya, Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Ia menjelaskan, pihaknya akan memprioritaskan mobil operasional layanan masyarakat. Sebab berdasarkan aturan mobil dinas dapat diganti setelah 5 tahun. "Rencana dianggarkan jika mencukupi maka mobil operasional camat maupun kabag-kabag akan diremajakan. Dimana ada 17 mobil operasional camat dan Kabag yang saat ini telah berusia 12 tahun dan 55 mobil kepala dinas yang berusia 8 tahun," paparnya.

Ditambahkan Bupati, hasil temuan pengecekan mobil dinas kali ini akan menjadi evaluasi. "Jika kinerja tidak bagus termasuk tidak bisa merawat kendaraan dinas, maka akan kami ganti dengan motor. Kami akan berikan sanksi berupa penurunan fasilitas sama dengan staff, tidak perlu penurunan pangkat," imbuhnya.

Terkait temuan lainnya yang menjadi  perhatian yakni kondisi ban mobil yang rata-rata sudah "aus", serta kebersihan mobil.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com