Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Retno: Jokowi-Wan Azizah bahas TKI hingga sawit

Selasa, 09 Oktober 2018 - 13:32 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Presiden Indonesia Joko Widodo saat menerima Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor, Selasa (9/10). Sumber foto: https://bit.ly/2OMa8hn
Presiden Indonesia Joko Widodo saat menerima Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor, Selasa (9/10). Sumber foto: https://bit.ly/2OMa8hn

Elshinta.com - Pertemuan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor membicarakan masalah TKI, keamanan laut, kerjasama kontra terorisme hingga kerjasama promosi sustanable sawit.

"Presiden setiap pertemuan dengan pemimpin Malaysia selalu menyampaikan menitipkan warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi pertemuan Jokowi dan Wan Azizah di Istana Bogor, Selasa (9/10) dihimpun Antara.

Retno juga mengungkapkan dalam diskusi Presiden Jokowi dan Deputi PM Malaysia ini juga membahas pendidikan untuk anak TKI di negara tetangga ini. "Untuk Sabah dan Serawak kita sudah memiliki CLC (Community Learning Center), tetapi di Semenanjung (Malaka) belum ada," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Retno, Presiden Jokowi juga menyoroti seringnya penculikan WNI yang bekerja di kapal nelayan Malaysia yang sering diculik, sehingga meminta keamanan laut untuk ditingkatkan.

"Presiden menyampaikan kasus terakhir yang terjadi pada WNI yang bekerja pada kapal ikan Malaysia diculik di perairan Sabah. Oleh karena itu meminta perhatian otoritas Malaysia untuk meningkatkan kerja sama dalam menjaga keamanan perairan laut wilayah masing-masing," ujar dia.

Retno juga menyampaikan bahwa Deputi PM Malaysia juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia harus bekerja sama dalam hal promosi sustanable sawit. "Presiden Jokowi menyatakan ia dan kerja sama ini tercermin dalam CPOPC (Council Palm Oil Producing Country)," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 23 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LIPI sebut ilmu sosial berperan signifikan sukseskan pembangunan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Elshinta.com - Pertemuan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor membicarakan masalah TKI, keamanan laut, kerjasama kontra terorisme hingga kerjasama promosi sustanable sawit.

"Presiden setiap pertemuan dengan pemimpin Malaysia selalu menyampaikan menitipkan warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi pertemuan Jokowi dan Wan Azizah di Istana Bogor, Selasa (9/10) dihimpun Antara.

Retno juga mengungkapkan dalam diskusi Presiden Jokowi dan Deputi PM Malaysia ini juga membahas pendidikan untuk anak TKI di negara tetangga ini. "Untuk Sabah dan Serawak kita sudah memiliki CLC (Community Learning Center), tetapi di Semenanjung (Malaka) belum ada," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Retno, Presiden Jokowi juga menyoroti seringnya penculikan WNI yang bekerja di kapal nelayan Malaysia yang sering diculik, sehingga meminta keamanan laut untuk ditingkatkan.

"Presiden menyampaikan kasus terakhir yang terjadi pada WNI yang bekerja pada kapal ikan Malaysia diculik di perairan Sabah. Oleh karena itu meminta perhatian otoritas Malaysia untuk meningkatkan kerja sama dalam menjaga keamanan perairan laut wilayah masing-masing," ujar dia.

Retno juga menyampaikan bahwa Deputi PM Malaysia juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia harus bekerja sama dalam hal promosi sustanable sawit. "Presiden Jokowi menyatakan ia dan kerja sama ini tercermin dalam CPOPC (Council Palm Oil Producing Country)," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com