Senin, 10 Desember 2018 | 17:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Jadi tersangka, Bupati Malang mundur jadi ketua DPW Partai Nasdem Jatim

Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: El Aris/Radio Elshinta
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pascapenggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Malang di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim Kota Malang, Jawa Timur Senin Malam (8/10), Rendra Krisna menyatakan mundur sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Rendra pada wartawan yang menemui di ruang kerja bupati. “Itu hal yang patut dilakukan bagi kader yang tidak bisa all out seperti saya dimana ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Rendra saat ditemui Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Ditambahkannya, karena dikhawatirkan akan mengganggu kinerja partai maka demi kebaikan partai dan kebaikan dirinya maka ia mengajukan pengunduran diri.

Ditanya soal penetapan tersangka, Rendra menyatakan status tersangka diketahui saat dirinya diminta membubuhkan tanda-tangan surat berita acara pengedahan dimana dirinya sebagai tersangka. “Saya disangkakan menerima grativikasi dari pemborong dalam DAK 2011,” ujarnya.

Yang pasti dalam surat tersebut, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik anti rasuwah. Dan agar roda pemerintah di Kabupaten Malang tidak terganggu maka akan telah dilakukan persiapan dengan menunjuk Wakil Bupati sebagi Plt Bupati Malang. “ Sedang kita proses dan diharapkan tidak mengganggu proses pemerintahan,” tandas Rendra.

Sementara itu pemeriksaan dan penggeledahan terus dilakukan tim penyidik KPK disejumlah lokasi di Kabupaten Malang.

Dari pengamatan tiga kantor di digeledah masing-masing dinas Cipta Karya, dinas Pendidikan, BPKAD dan satu rumah pengusaha di Jalan Karya Timur utara Kota Malang digeledah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Pascapenggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Malang di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim Kota Malang, Jawa Timur Senin Malam (8/10), Rendra Krisna menyatakan mundur sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Rendra pada wartawan yang menemui di ruang kerja bupati. “Itu hal yang patut dilakukan bagi kader yang tidak bisa all out seperti saya dimana ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Rendra saat ditemui Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Ditambahkannya, karena dikhawatirkan akan mengganggu kinerja partai maka demi kebaikan partai dan kebaikan dirinya maka ia mengajukan pengunduran diri.

Ditanya soal penetapan tersangka, Rendra menyatakan status tersangka diketahui saat dirinya diminta membubuhkan tanda-tangan surat berita acara pengedahan dimana dirinya sebagai tersangka. “Saya disangkakan menerima grativikasi dari pemborong dalam DAK 2011,” ujarnya.

Yang pasti dalam surat tersebut, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik anti rasuwah. Dan agar roda pemerintah di Kabupaten Malang tidak terganggu maka akan telah dilakukan persiapan dengan menunjuk Wakil Bupati sebagi Plt Bupati Malang. “ Sedang kita proses dan diharapkan tidak mengganggu proses pemerintahan,” tandas Rendra.

Sementara itu pemeriksaan dan penggeledahan terus dilakukan tim penyidik KPK disejumlah lokasi di Kabupaten Malang.

Dari pengamatan tiga kantor di digeledah masing-masing dinas Cipta Karya, dinas Pendidikan, BPKAD dan satu rumah pengusaha di Jalan Karya Timur utara Kota Malang digeledah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com