Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Jadi tersangka, Bupati Malang mundur jadi ketua DPW Partai Nasdem Jatim

Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: El Aris/Radio Elshinta
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pascapenggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Malang di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim Kota Malang, Jawa Timur Senin Malam (8/10), Rendra Krisna menyatakan mundur sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Rendra pada wartawan yang menemui di ruang kerja bupati. “Itu hal yang patut dilakukan bagi kader yang tidak bisa all out seperti saya dimana ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Rendra saat ditemui Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Ditambahkannya, karena dikhawatirkan akan mengganggu kinerja partai maka demi kebaikan partai dan kebaikan dirinya maka ia mengajukan pengunduran diri.

Ditanya soal penetapan tersangka, Rendra menyatakan status tersangka diketahui saat dirinya diminta membubuhkan tanda-tangan surat berita acara pengedahan dimana dirinya sebagai tersangka. “Saya disangkakan menerima grativikasi dari pemborong dalam DAK 2011,” ujarnya.

Yang pasti dalam surat tersebut, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik anti rasuwah. Dan agar roda pemerintah di Kabupaten Malang tidak terganggu maka akan telah dilakukan persiapan dengan menunjuk Wakil Bupati sebagi Plt Bupati Malang. “ Sedang kita proses dan diharapkan tidak mengganggu proses pemerintahan,” tandas Rendra.

Sementara itu pemeriksaan dan penggeledahan terus dilakukan tim penyidik KPK disejumlah lokasi di Kabupaten Malang.

Dari pengamatan tiga kantor di digeledah masing-masing dinas Cipta Karya, dinas Pendidikan, BPKAD dan satu rumah pengusaha di Jalan Karya Timur utara Kota Malang digeledah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Pascapenggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Malang di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim Kota Malang, Jawa Timur Senin Malam (8/10), Rendra Krisna menyatakan mundur sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Rendra pada wartawan yang menemui di ruang kerja bupati. “Itu hal yang patut dilakukan bagi kader yang tidak bisa all out seperti saya dimana ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Rendra saat ditemui Selasa (9/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Ditambahkannya, karena dikhawatirkan akan mengganggu kinerja partai maka demi kebaikan partai dan kebaikan dirinya maka ia mengajukan pengunduran diri.

Ditanya soal penetapan tersangka, Rendra menyatakan status tersangka diketahui saat dirinya diminta membubuhkan tanda-tangan surat berita acara pengedahan dimana dirinya sebagai tersangka. “Saya disangkakan menerima grativikasi dari pemborong dalam DAK 2011,” ujarnya.

Yang pasti dalam surat tersebut, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik anti rasuwah. Dan agar roda pemerintah di Kabupaten Malang tidak terganggu maka akan telah dilakukan persiapan dengan menunjuk Wakil Bupati sebagi Plt Bupati Malang. “ Sedang kita proses dan diharapkan tidak mengganggu proses pemerintahan,” tandas Rendra.

Sementara itu pemeriksaan dan penggeledahan terus dilakukan tim penyidik KPK disejumlah lokasi di Kabupaten Malang.

Dari pengamatan tiga kantor di digeledah masing-masing dinas Cipta Karya, dinas Pendidikan, BPKAD dan satu rumah pengusaha di Jalan Karya Timur utara Kota Malang digeledah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com