Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemendagri layani cetak KTP/KK korban gempa

Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:32 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2C2ZwE2
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2C2ZwE2

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Disdukcapil) Kota Palu, Sigi dan Donggala melayani pencetakan kartu tanda penduduk(KTP) dan kartu keluarga(KK) di tempat para korban gempa dan tsunami.

"Saya sudah hadir di Palu sejak Sabtu (29/9), tetapi balik lagi ke Jakarta dan kembali dengan membawa peralatan lengkap," kata Direktur Pencatatan sipil Kemendagri, Arief M Edie di Palu, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, Kemendagri harus hadir di tengah-tengah masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun darurat seperti bencana alam untuk melayani kebutuhan masyarakat di bidang administrasi kependudukan.

Arief mengatakan, gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi, dan Donggala banyak warga yang kehilangan KTP dan KK, sehingga mereka perlu dibantu untuk memudahkan segala urusan terkait dengan identitas kependudukan tersebut.

Dengan dukungan kendaraan operasional dilengkapi peralatan cetak, cek iris mata, sidik jari dan server, Arief bersama timnya mengunjungi tempat-tempat pengungsian warga untuk melayani pencetakan KTP/KK. "Kami hanya mencetak sesuai data. Kami tidak mengubah data yang ada. Kalau ada perubahan silahkan langsung ke Kantor Disdukcapil di daerah masing-masing," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, pelayanan tersebut akan dilakukan sampai kondisi pascagempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala sudah normal.

Arief mengatakan, antusias warga untuk mencetak identitas kependudukan di lokasi pengungsian yang hilang akibat gempa cukup tinggi.

Terhitung sejak Rabu (3/10) hingga Senin (8/10) pagi tercatat sudah 226 KTP yang dicetak.

Arief mengajak seluruh warga korban gempa dan tsunami agar kembali bangkit menatap masa depan yang lebih baik.

Baginya, siapapun manusia akan mendapat ujian dan tidak boleh larut dalam ujian tersebut sehingga segera bangkit untuk menata kembali masa depan pascabencana yang memporak-porandakan tiga daerah di Sulawesi Tengah tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Disdukcapil) Kota Palu, Sigi dan Donggala melayani pencetakan kartu tanda penduduk(KTP) dan kartu keluarga(KK) di tempat para korban gempa dan tsunami.

"Saya sudah hadir di Palu sejak Sabtu (29/9), tetapi balik lagi ke Jakarta dan kembali dengan membawa peralatan lengkap," kata Direktur Pencatatan sipil Kemendagri, Arief M Edie di Palu, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, Kemendagri harus hadir di tengah-tengah masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun darurat seperti bencana alam untuk melayani kebutuhan masyarakat di bidang administrasi kependudukan.

Arief mengatakan, gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi, dan Donggala banyak warga yang kehilangan KTP dan KK, sehingga mereka perlu dibantu untuk memudahkan segala urusan terkait dengan identitas kependudukan tersebut.

Dengan dukungan kendaraan operasional dilengkapi peralatan cetak, cek iris mata, sidik jari dan server, Arief bersama timnya mengunjungi tempat-tempat pengungsian warga untuk melayani pencetakan KTP/KK. "Kami hanya mencetak sesuai data. Kami tidak mengubah data yang ada. Kalau ada perubahan silahkan langsung ke Kantor Disdukcapil di daerah masing-masing," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, pelayanan tersebut akan dilakukan sampai kondisi pascagempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala sudah normal.

Arief mengatakan, antusias warga untuk mencetak identitas kependudukan di lokasi pengungsian yang hilang akibat gempa cukup tinggi.

Terhitung sejak Rabu (3/10) hingga Senin (8/10) pagi tercatat sudah 226 KTP yang dicetak.

Arief mengajak seluruh warga korban gempa dan tsunami agar kembali bangkit menatap masa depan yang lebih baik.

Baginya, siapapun manusia akan mendapat ujian dan tidak boleh larut dalam ujian tersebut sehingga segera bangkit untuk menata kembali masa depan pascabencana yang memporak-porandakan tiga daerah di Sulawesi Tengah tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com