Senin, 22 Oktober 2018 | 22:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

1.090 warga binaan Lapas Palu belum kembali

Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:45 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Sekitar 1.090 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Palu, Sulawesi Tengah, yang ke luar tahanan pascagempa dan tsunami, hingga kini belum kembali.

Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (9/10).

Dari seluruh warga binaan yang keluar, tercatat 204 orang masih bertahan di dalam, sebanyak 360 orang sudah melapor dan 1.090 di masih di luar.

Namun Ditjen Pemasyarakatan belum akan melakukan pencarian terhadap warga binaan yang belum diketahui keberadaannya. "Sampai kami normal dulu, ada air, listrik, baru kita minta mereka untuk kembali," kata dia.

Pihaknya harus memastikan dapat memberikan pelayanan dasar kepada warga binaan terlebih dulu sebelum mengumpulkan kembali warga binaan. Hingga kini, pasokan listrik, air dan makanan belum normal.

Mitra penyedia barang dan bahan makanan juga belum dapat memberikan jawaban mengenai jaminan kelancaran pasokan di sana.

Mengenai rencana rehabilitasi bangunan di lapas, dia mengatakan sudah diusulkan kepada pemerintah, namun agaknya tidak bisa tahun ini. "Karena sekarang sudah Oktober, seluruh proses sudah berjalan, tinggal berjuang perbaikan seadanya," kata dia, seperti dikutip Antara.

Semestinya, sejumlah warga binaan Lapas Palu ikut dalam program pelatihan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan Ditjen Pemasyarakatan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang dibuka hari ini.

Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pelaksanaan pelatihan lengkap dengan sertifikasi bidang konstruksi untuk warga binaan Lapas Palu terpaksa ditunda.

Sementara itu, bangunan lapas di Lombok, menurut dia, masih bisa digunakan pascagempa menerjang Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Sekitar 1.090 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Palu, Sulawesi Tengah, yang ke luar tahanan pascagempa dan tsunami, hingga kini belum kembali.

Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (9/10).

Dari seluruh warga binaan yang keluar, tercatat 204 orang masih bertahan di dalam, sebanyak 360 orang sudah melapor dan 1.090 di masih di luar.

Namun Ditjen Pemasyarakatan belum akan melakukan pencarian terhadap warga binaan yang belum diketahui keberadaannya. "Sampai kami normal dulu, ada air, listrik, baru kita minta mereka untuk kembali," kata dia.

Pihaknya harus memastikan dapat memberikan pelayanan dasar kepada warga binaan terlebih dulu sebelum mengumpulkan kembali warga binaan. Hingga kini, pasokan listrik, air dan makanan belum normal.

Mitra penyedia barang dan bahan makanan juga belum dapat memberikan jawaban mengenai jaminan kelancaran pasokan di sana.

Mengenai rencana rehabilitasi bangunan di lapas, dia mengatakan sudah diusulkan kepada pemerintah, namun agaknya tidak bisa tahun ini. "Karena sekarang sudah Oktober, seluruh proses sudah berjalan, tinggal berjuang perbaikan seadanya," kata dia, seperti dikutip Antara.

Semestinya, sejumlah warga binaan Lapas Palu ikut dalam program pelatihan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan Ditjen Pemasyarakatan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang dibuka hari ini.

Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pelaksanaan pelatihan lengkap dengan sertifikasi bidang konstruksi untuk warga binaan Lapas Palu terpaksa ditunda.

Sementara itu, bangunan lapas di Lombok, menurut dia, masih bisa digunakan pascagempa menerjang Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com