Rabu, 12 Desember 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG usulkan satelit komunikasi-monitoring khusus kebencanaan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:54 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Logo BMKG. Sumber foto: https://bit.ly/2tZ1gtf
Logo BMKG. Sumber foto: https://bit.ly/2tZ1gtf

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan satelit komunikasi dan monitoring khusus kebencanaan untuk memastikan informasi tentang bencana bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

"Dengan satelit tersebut data-data informasi potensi bencana bisa lebih cepat dan akurat disampaikan ke masyarakat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, usulan ini untuk mengantisipasi lambatnya informasi yang masuk ke BMKG akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dwikorita menjelaskan, mitigasi bencana sangat penting karena dapat menekan potensi kerugian baik material dan korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Menurutnya, mitigasi dan pembangunan sistem peringatan dini bukanlah pemborosan anggaran melainkan investasi jangka panjang yang semestinya dilakukan sebelum bencana alam terjadi. "Sistem peringatan dini tsunami yang dibangun BMKG saat ini berbasis pemodelan komputer dengan perhitungan matematika. Kami selalu berupaya melakukan lompatan inovasi," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwikorita menambahkan, tidak ada satupun negara di dunia ini yang dapat menghentikan proses alam seperti gempa dan tsunami.

Karenanya, yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh masyarakat saat ini adalah berusaha meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan satelit komunikasi dan monitoring khusus kebencanaan untuk memastikan informasi tentang bencana bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

"Dengan satelit tersebut data-data informasi potensi bencana bisa lebih cepat dan akurat disampaikan ke masyarakat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, usulan ini untuk mengantisipasi lambatnya informasi yang masuk ke BMKG akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dwikorita menjelaskan, mitigasi bencana sangat penting karena dapat menekan potensi kerugian baik material dan korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Menurutnya, mitigasi dan pembangunan sistem peringatan dini bukanlah pemborosan anggaran melainkan investasi jangka panjang yang semestinya dilakukan sebelum bencana alam terjadi. "Sistem peringatan dini tsunami yang dibangun BMKG saat ini berbasis pemodelan komputer dengan perhitungan matematika. Kami selalu berupaya melakukan lompatan inovasi," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwikorita menambahkan, tidak ada satupun negara di dunia ini yang dapat menghentikan proses alam seperti gempa dan tsunami.

Karenanya, yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh masyarakat saat ini adalah berusaha meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com