Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG usulkan satelit komunikasi-monitoring khusus kebencanaan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:54 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Logo BMKG. Sumber foto: https://bit.ly/2tZ1gtf
Logo BMKG. Sumber foto: https://bit.ly/2tZ1gtf

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan satelit komunikasi dan monitoring khusus kebencanaan untuk memastikan informasi tentang bencana bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

"Dengan satelit tersebut data-data informasi potensi bencana bisa lebih cepat dan akurat disampaikan ke masyarakat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, usulan ini untuk mengantisipasi lambatnya informasi yang masuk ke BMKG akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dwikorita menjelaskan, mitigasi bencana sangat penting karena dapat menekan potensi kerugian baik material dan korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Menurutnya, mitigasi dan pembangunan sistem peringatan dini bukanlah pemborosan anggaran melainkan investasi jangka panjang yang semestinya dilakukan sebelum bencana alam terjadi. "Sistem peringatan dini tsunami yang dibangun BMKG saat ini berbasis pemodelan komputer dengan perhitungan matematika. Kami selalu berupaya melakukan lompatan inovasi," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwikorita menambahkan, tidak ada satupun negara di dunia ini yang dapat menghentikan proses alam seperti gempa dan tsunami.

Karenanya, yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh masyarakat saat ini adalah berusaha meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengusulkan satelit komunikasi dan monitoring khusus kebencanaan untuk memastikan informasi tentang bencana bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

"Dengan satelit tersebut data-data informasi potensi bencana bisa lebih cepat dan akurat disampaikan ke masyarakat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, usulan ini untuk mengantisipasi lambatnya informasi yang masuk ke BMKG akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dwikorita menjelaskan, mitigasi bencana sangat penting karena dapat menekan potensi kerugian baik material dan korban jiwa yang ditimbulkan akibat bencana alam.

Menurutnya, mitigasi dan pembangunan sistem peringatan dini bukanlah pemborosan anggaran melainkan investasi jangka panjang yang semestinya dilakukan sebelum bencana alam terjadi. "Sistem peringatan dini tsunami yang dibangun BMKG saat ini berbasis pemodelan komputer dengan perhitungan matematika. Kami selalu berupaya melakukan lompatan inovasi," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwikorita menambahkan, tidak ada satupun negara di dunia ini yang dapat menghentikan proses alam seperti gempa dan tsunami.

Karenanya, yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh masyarakat saat ini adalah berusaha meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com