Jumat, 14 Desember 2018 | 06:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Kecantikan

Gunakan lensa kontak higienis agar terhindar parasit mata

Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:59 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2pIgekH
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2pIgekH

Elshinta.com - Para peneliti Inggris mengonfirmasi adanya peningkatan kecil dalam kasus keratitis acanthamoeba yaitu infeksi mata yang mengancam pengguna lensa kontak.

Untuk itu, pengguna lensa kontak dapat menghindari infeksi parah dengan mencuci dan mengeringkan tangan saat bersentuhan dengan lensa kontak mereka, menyimpan lensa kontak dalam larutan air bersih setiap hari, sedapat mungkin hindari memakai lensa saat berenang atau mandi.

“Kami berpikir kondisi tersebut 90 persen dapat dicegah jika paparan air dihindari dan menggunakan lensa atau lensa kontak sekali pakai dengan benar,” ujar penulis studi senior Dr. John Dart of University College London and Moorfields Eye Hospital, sebagaimana dilansir Reuters, yang dikutip Antara Selasa (9/10).

Organisme acanthamoeba berada di udara, tanah, debu, dan air. Setidaknya, setengah dari populasi memiliki antibodi terhadap organisme, menunjukkan bahwa bahwa mereka telah terpapar, tulis tim peneliti di British Journal of Ophthalmology.

Keratitis acanthamoeba itu memang sangat langka, kendati demikian amoeba yang membentuk kista itu ternyata sulit diobati sehingga menyebabkan infeksi kronis yang memengaruhi pengguna lensa kontak selama bertahun-tahun.

Pasien terparah terkena infeksi itu berada di Inggris, memerlukan masa pengobatan selama satu tahun, lebih dari tiga tahun pada masa tindak lanjut, dan berulangkali berkunjung ke rumah sakit, serta memiliki penglihatan buruk setelah masalah infeksi teratasi, menurut catatan tim peneliti. Beberapa pasien bahkan memerlukan transplantasi kornea.

Dr. Jennifer Cope dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika di Atlanta, Georgia menyarankan agar pengguna menghindari lensa kontak dari air keran agar menggunakan cairan yang berada di pasaran dan diketahui keamanannya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 14 Desember 2018 - 06:26 WIB

TNI berencana ambil alih pembangunan Trans Papua

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 06:14 WIB

TNI evakuasi enam pekerja terjebak di hutan hindari KKB

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Elshinta.com - Para peneliti Inggris mengonfirmasi adanya peningkatan kecil dalam kasus keratitis acanthamoeba yaitu infeksi mata yang mengancam pengguna lensa kontak.

Untuk itu, pengguna lensa kontak dapat menghindari infeksi parah dengan mencuci dan mengeringkan tangan saat bersentuhan dengan lensa kontak mereka, menyimpan lensa kontak dalam larutan air bersih setiap hari, sedapat mungkin hindari memakai lensa saat berenang atau mandi.

“Kami berpikir kondisi tersebut 90 persen dapat dicegah jika paparan air dihindari dan menggunakan lensa atau lensa kontak sekali pakai dengan benar,” ujar penulis studi senior Dr. John Dart of University College London and Moorfields Eye Hospital, sebagaimana dilansir Reuters, yang dikutip Antara Selasa (9/10).

Organisme acanthamoeba berada di udara, tanah, debu, dan air. Setidaknya, setengah dari populasi memiliki antibodi terhadap organisme, menunjukkan bahwa bahwa mereka telah terpapar, tulis tim peneliti di British Journal of Ophthalmology.

Keratitis acanthamoeba itu memang sangat langka, kendati demikian amoeba yang membentuk kista itu ternyata sulit diobati sehingga menyebabkan infeksi kronis yang memengaruhi pengguna lensa kontak selama bertahun-tahun.

Pasien terparah terkena infeksi itu berada di Inggris, memerlukan masa pengobatan selama satu tahun, lebih dari tiga tahun pada masa tindak lanjut, dan berulangkali berkunjung ke rumah sakit, serta memiliki penglihatan buruk setelah masalah infeksi teratasi, menurut catatan tim peneliti. Beberapa pasien bahkan memerlukan transplantasi kornea.

Dr. Jennifer Cope dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika di Atlanta, Georgia menyarankan agar pengguna menghindari lensa kontak dari air keran agar menggunakan cairan yang berada di pasaran dan diketahui keamanannya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita

Selasa, 20 November 2018 - 12:47 WIB

Bangladesh minati produk kosmetik halal Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com