Rabu, 12 Desember 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Startup

Istilah-istilah pendanaan di dunia startup yang sebaiknya anda ketahui

Selasa, 09 Oktober 2018 - 19:15 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2OfjOl4
Sumber foto: https://bit.ly/2OfjOl4

Elshinta.com - Istilah startup dalam beberapa tahun terakhir santer terdengar di telingan kita. Dalam bahasa Indonesia, istilah startup ini sebenarnya mengacu kepada “perusahaan rintisan”. Meskipun maknanya adalah sebuah perusahaan yang baru saja dirintis, namun istilah perusahaan di sini cenderung mengacu kepada perusahaan teknologi. 

Startup muncul sebagai respon atas permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari dengan menawarkan teknologi sebagai solusinya. Gojek misalnya, hadir sebagai sebuah startup yang memberikan layanan transportasi lebih baik bagi masyarakat perkotaan. Gojek berhasil mempertemukan antara pemilik kendaraan yang bersedia menjadi pengendaraa ojek dengan orang atau pengguna yang membutuhkan tumpangan. 

Di Indonesia, perkembangan startup terbilang sangat cepat. Kesadaran anak muda untuk berbisnis dan menjadi bagian dari solusi turut mendorong semakin menjamurnya startup di tanah air. Pemerintah pun kian aktif dalam menciptakan startup-startup baru seperti diadakannya program seribu startup digital. Program ini hadir dengan mimpi besar mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan besar industri digital di Asia pada 2020. 

Dalam dunia startup, terdapat beberapa istilah-istilah baru yang mungkin masih terdengar asing bagi Anda. Bila ingin mencoba untuk mendirikan starup, ada baiknya Anda memahami istilah-istilah startup berikut ini.

Venture Capital

Venture capital adalah perusahaan yang dapat mengumpulkan pendanaan dari sejumlah pemilik modal dan institusi tertentu yang diberikan kepada perusahaan rintisan atau starup. Venture Capital nantinya akan mendapatkan imbalan sejumlah saham dari perusahaan startup yang didanai tersebut. Mengutip dari investopedia, bantuan yang diberikan oleh venture capital tidak melulu hanya soal uang, namun bisa memberikan dalam bentuk keahlian teknis atau manajerial. 

Venture capital menjadi sumber pendanaan yang populer di dunia startup hingga saat ini, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pasar modal. Namun, karena venture capital berperan dalam menggelontorkan sejumlah uang untuk starup, mereka berperan besar dalam pengambilan keputusan perusahaan. 

Angel Investor

Sebenarnya, tidak ada penjelasan resmi mengenai istilah ini. Angel investor adalah seseorang atau individu yang mau menggunakan dana pribadinya untuk mendanai sebuah startup. Sama hal nya dengan venture capital, angel investor pun akan mendapatkan keuntungan berupa sejumlah saham dari perusahaan tersebut. 

Menurut The Bussines Angel, cirri-ciri Angel Investor diantaranya adalah individual, berinvestasi pada startup yang relative sudah mapan, dana investasi di bawah USD $1 juta, dan dapat ikut campur atau tidak di dalam perusahaan. 

Acqui-hire

Acqui-hire adalah istilah ketika sebuah perusahaan besar mengakuisisi sebuah starup kecil hanya karena ingin mendapatkan pegawainya. Perusahaan besar tahu bahwa startup yang mereka beli sebenarnya memiliki ide yang buruk, namun mereka hanya menginginkan karyawannya yang berbakat. Menurut techniasia, istilah ini dipopulerkan oleh Google pada tahun 2000 silam. 

Dalam banyak kasus, startup yang dibeli oleh perusahaan besar sebenarnya sudah tidak dapat mengumpulkan dana lagi. Bagi para pendiri starup tersebut mengambil tawaran untuk “buy out” terdengar lebih baik bila dibandingkan menerima kenyataan bahwa starup miliknya bangkrut. Ini secara tidak langsung menyelamatkan wajah si pelaku starup dengan mengatakan bahwa startup mereka dibeli perusahaan besar seperti Google.

Bootstaping

Boostraping adalah kondisi ketika sebuah startup mencoba membangun bisnisnya dengan sumber daya yang mereka punyai sendiri karena ketiadaan investor yang mendanai perusahaan mereka atau memang karena keingininan para pendirinya sendiri. Para startup semacam ini membangun usahanya dengan modal pribadi atau pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan mereka. 

Bila dibandingkan dengan startup yang didanai venture capital, startup ini lebih bisa mempertahankan kontrol atas bisnis mereka sendiri. Namun, cara ini juga mengandung risiko yang besar karena bila sampai gagal, maka kerugian sepenuhnya akan ditanggung oleh startup itu sendiri. Selain itu, startup boostrap cenderung lambat dalam berkembang karena modal yang terbatas. 

Round

Round merupakan istilah yang merujuk kepada tahapan pendanaan sebuah startup. Tahapan pertama pendanaan biasanya disebut sebagai seed funding. Kemudian, pada tahapan pendanaan selanjutnya disebut seri A, seri B, dan seterusnya. Dalam pendanaan tahap awal (seed funding), startup berusaha membuktikan bahwa bisnis mereka memiliki visibility yang bagus sebelum mendapatkan pendanaan tahapan selanjutnya. 

Pada tahapan seri A, seri B dan seterusnya, venture capital mulai masuk dan memberikan pendanaan bagi startup. Dalam tahapan ini, startup sudah menyelesaikan produknya setidaknya dalam tahapan beta dan siap untuk menerima pengguna dalam jumlah tertentu. 


 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Istilah startup dalam beberapa tahun terakhir santer terdengar di telingan kita. Dalam bahasa Indonesia, istilah startup ini sebenarnya mengacu kepada “perusahaan rintisan”. Meskipun maknanya adalah sebuah perusahaan yang baru saja dirintis, namun istilah perusahaan di sini cenderung mengacu kepada perusahaan teknologi. 

Startup muncul sebagai respon atas permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari dengan menawarkan teknologi sebagai solusinya. Gojek misalnya, hadir sebagai sebuah startup yang memberikan layanan transportasi lebih baik bagi masyarakat perkotaan. Gojek berhasil mempertemukan antara pemilik kendaraan yang bersedia menjadi pengendaraa ojek dengan orang atau pengguna yang membutuhkan tumpangan. 

Di Indonesia, perkembangan startup terbilang sangat cepat. Kesadaran anak muda untuk berbisnis dan menjadi bagian dari solusi turut mendorong semakin menjamurnya startup di tanah air. Pemerintah pun kian aktif dalam menciptakan startup-startup baru seperti diadakannya program seribu startup digital. Program ini hadir dengan mimpi besar mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan besar industri digital di Asia pada 2020. 

Dalam dunia startup, terdapat beberapa istilah-istilah baru yang mungkin masih terdengar asing bagi Anda. Bila ingin mencoba untuk mendirikan starup, ada baiknya Anda memahami istilah-istilah startup berikut ini.

Venture Capital

Venture capital adalah perusahaan yang dapat mengumpulkan pendanaan dari sejumlah pemilik modal dan institusi tertentu yang diberikan kepada perusahaan rintisan atau starup. Venture Capital nantinya akan mendapatkan imbalan sejumlah saham dari perusahaan startup yang didanai tersebut. Mengutip dari investopedia, bantuan yang diberikan oleh venture capital tidak melulu hanya soal uang, namun bisa memberikan dalam bentuk keahlian teknis atau manajerial. 

Venture capital menjadi sumber pendanaan yang populer di dunia startup hingga saat ini, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pasar modal. Namun, karena venture capital berperan dalam menggelontorkan sejumlah uang untuk starup, mereka berperan besar dalam pengambilan keputusan perusahaan. 

Angel Investor

Sebenarnya, tidak ada penjelasan resmi mengenai istilah ini. Angel investor adalah seseorang atau individu yang mau menggunakan dana pribadinya untuk mendanai sebuah startup. Sama hal nya dengan venture capital, angel investor pun akan mendapatkan keuntungan berupa sejumlah saham dari perusahaan tersebut. 

Menurut The Bussines Angel, cirri-ciri Angel Investor diantaranya adalah individual, berinvestasi pada startup yang relative sudah mapan, dana investasi di bawah USD $1 juta, dan dapat ikut campur atau tidak di dalam perusahaan. 

Acqui-hire

Acqui-hire adalah istilah ketika sebuah perusahaan besar mengakuisisi sebuah starup kecil hanya karena ingin mendapatkan pegawainya. Perusahaan besar tahu bahwa startup yang mereka beli sebenarnya memiliki ide yang buruk, namun mereka hanya menginginkan karyawannya yang berbakat. Menurut techniasia, istilah ini dipopulerkan oleh Google pada tahun 2000 silam. 

Dalam banyak kasus, startup yang dibeli oleh perusahaan besar sebenarnya sudah tidak dapat mengumpulkan dana lagi. Bagi para pendiri starup tersebut mengambil tawaran untuk “buy out” terdengar lebih baik bila dibandingkan menerima kenyataan bahwa starup miliknya bangkrut. Ini secara tidak langsung menyelamatkan wajah si pelaku starup dengan mengatakan bahwa startup mereka dibeli perusahaan besar seperti Google.

Bootstaping

Boostraping adalah kondisi ketika sebuah startup mencoba membangun bisnisnya dengan sumber daya yang mereka punyai sendiri karena ketiadaan investor yang mendanai perusahaan mereka atau memang karena keingininan para pendirinya sendiri. Para startup semacam ini membangun usahanya dengan modal pribadi atau pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan mereka. 

Bila dibandingkan dengan startup yang didanai venture capital, startup ini lebih bisa mempertahankan kontrol atas bisnis mereka sendiri. Namun, cara ini juga mengandung risiko yang besar karena bila sampai gagal, maka kerugian sepenuhnya akan ditanggung oleh startup itu sendiri. Selain itu, startup boostrap cenderung lambat dalam berkembang karena modal yang terbatas. 

Round

Round merupakan istilah yang merujuk kepada tahapan pendanaan sebuah startup. Tahapan pertama pendanaan biasanya disebut sebagai seed funding. Kemudian, pada tahapan pendanaan selanjutnya disebut seri A, seri B, dan seterusnya. Dalam pendanaan tahap awal (seed funding), startup berusaha membuktikan bahwa bisnis mereka memiliki visibility yang bagus sebelum mendapatkan pendanaan tahapan selanjutnya. 

Pada tahapan seri A, seri B dan seterusnya, venture capital mulai masuk dan memberikan pendanaan bagi startup. Dalam tahapan ini, startup sudah menyelesaikan produknya setidaknya dalam tahapan beta dan siap untuk menerima pengguna dalam jumlah tertentu. 


 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com