Selasa, 18 Desember 2018 | 01:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Hobby

Swafoto sebabkan lebih dari 250 kasus kematian

Selasa, 09 Oktober 2018 - 19:46 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2OPmvsX
Sumber foto: https://bit.ly/2OPmvsX

Elshinta.com - Swafoto dianggap wajar dan tak membahayakan di era media sosial, namun sebuah penelitian menemukan bahwa fenomena ini justru berujung maut.

Periode tahun 2011 dan 2017, sebanyak 259 orang tewas saat ber-swafoto secara ekstrem, menurut penelitian di US National Library of Medicine, dilansir Antara dari DPA, Selasa (9/10).

Sebagian besar kematian terjadi di lokasi berbahaya, seperti gedung-gedung tinggi, pengunungan, dan pinggir jalan. Penyebabnya pun beragam, ada yang karena tenggelam, kecelakaan transportasi, atau terjatuh.

Hasilnya pun bervariasi berdasarkan wilayah, setengah dari semua kematian akibat swafoto tercatat di India. Sementara itu, sebagian besar kematian terkait swafoto disebabkan senjata api terjadi di Amerika Serikat.

Rata-rata usia yang terbunuh adalah berusia 22 tahun, dengan hampir 80 persen itu yang tercatat itu adalah pria.

Berdasarkan penelitian, angka-angka yang diberikan mungkin tidak lengkap karena menjadi sesuatu dari fenomena baru, kematian akibat swafoto, jarang dilaporkan.

"Penting untuk menilai beban, penyebab, dan alasan yang sebenarnya untuk kematian swafoto sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat," kata penulis studi.

Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti menyarankan agar pengelola lokasi membuat tanda peringatan mengenai bahaya ber-swafoto. Di Mumbai sudah ada 16 zona seperti itu, sementara tindakan serupa juga telah diberlakukan di Rusia dan Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Swafoto dianggap wajar dan tak membahayakan di era media sosial, namun sebuah penelitian menemukan bahwa fenomena ini justru berujung maut.

Periode tahun 2011 dan 2017, sebanyak 259 orang tewas saat ber-swafoto secara ekstrem, menurut penelitian di US National Library of Medicine, dilansir Antara dari DPA, Selasa (9/10).

Sebagian besar kematian terjadi di lokasi berbahaya, seperti gedung-gedung tinggi, pengunungan, dan pinggir jalan. Penyebabnya pun beragam, ada yang karena tenggelam, kecelakaan transportasi, atau terjatuh.

Hasilnya pun bervariasi berdasarkan wilayah, setengah dari semua kematian akibat swafoto tercatat di India. Sementara itu, sebagian besar kematian terkait swafoto disebabkan senjata api terjadi di Amerika Serikat.

Rata-rata usia yang terbunuh adalah berusia 22 tahun, dengan hampir 80 persen itu yang tercatat itu adalah pria.

Berdasarkan penelitian, angka-angka yang diberikan mungkin tidak lengkap karena menjadi sesuatu dari fenomena baru, kematian akibat swafoto, jarang dilaporkan.

"Penting untuk menilai beban, penyebab, dan alasan yang sebenarnya untuk kematian swafoto sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat," kata penulis studi.

Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti menyarankan agar pengelola lokasi membuat tanda peringatan mengenai bahaya ber-swafoto. Di Mumbai sudah ada 16 zona seperti itu, sementara tindakan serupa juga telah diberlakukan di Rusia dan Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:12 WIB

Menpar tak ingin ada wisata `remang-remang`

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Daftar diskon dan promo ponsel Harbolnas 2018

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:39 WIB

Benarkah telur bisa naikkan kolesterol?

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com