Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah lanjutkan pelemahan menjadi Rp15.219

Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:37 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Rupiah dan Dollar. Foto: http://bit.ly/2mldJT7/Elshinta.
Rupiah dan Dollar. Foto: http://bit.ly/2mldJT7/Elshinta.

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (9/10) sore melanjutkan pelemahan sebesar 24 poin menjadi Rp15.219 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan kebijakan bank sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBoC) menjadi salah satu faktor pemicu mata uang di kawasan Asia cenderung kembali melemah.

"Dengan latar belakang ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, PBoC memutuskan untuk menurunkan rasio cadangan wajib untuk beberapa bank pemberi pinjaman sebesar 1 persen. Kebijakan moneter itu menekan yuan, dan berimbas ke mata uang negara berkembang," paparnya.

Ia menambahkan jika konfrontasi perdagangan antara Amerika Serikat-Tiongkok terus berlanjut, maka dapat memicu sejumlah masalah bagi ekonomi global yang akhirnya berdampak negatif bagi mata uang negara berkembang.

"Pergerakan nilai tukar rupiah saat ini terpengaruh sentimen eksternal," katanya mengutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 23 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LIPI sebut ilmu sosial berperan signifikan sukseskan pembangunan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (9/10) sore melanjutkan pelemahan sebesar 24 poin menjadi Rp15.219 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan kebijakan bank sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBoC) menjadi salah satu faktor pemicu mata uang di kawasan Asia cenderung kembali melemah.

"Dengan latar belakang ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, PBoC memutuskan untuk menurunkan rasio cadangan wajib untuk beberapa bank pemberi pinjaman sebesar 1 persen. Kebijakan moneter itu menekan yuan, dan berimbas ke mata uang negara berkembang," paparnya.

Ia menambahkan jika konfrontasi perdagangan antara Amerika Serikat-Tiongkok terus berlanjut, maka dapat memicu sejumlah masalah bagi ekonomi global yang akhirnya berdampak negatif bagi mata uang negara berkembang.

"Pergerakan nilai tukar rupiah saat ini terpengaruh sentimen eksternal," katanya mengutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com