Penipu berkedok supir Kapolri dibekuk
Selasa, 09 Oktober 2018 - 20:53 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2IJyK4I

Elshinta.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan telah membekuk seorang tersangka penipu dan pelaku penggelapan uang berkedok sopir Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. atas nama RH atau Rahmat.

"Penipu ini orang yang mengaku-ngaku dekat dengan Kapolri, sehingga dia memperdaya seseorang pengusaha IT yang menjadi korban, dan sudah ditangkap kemarin," ujar Argo di Jakarta, Selasa (9/10).

Perusahaan IT berinisial AA, lanjut Argo, ingin mendapatkan tender di kepolisian sehingga menghubungi seseorang bernama Heri. 

Heri dengan bantuan dua orang lainnya yakni Ali dan Vera, yang ketiganya ikut dalam pemufakatan penipuan, kemudian mengenalkan pengusaha tersebut kepada RH atau Rahmat, yang menjanjikan untuk bisa bertemu petinggi Badan Intelijen Negara dan Polri.

Mengutip dari Antara, pertemuan empat tersangka penipuan tersebut dengan korban berlangsung beberapa kali. Setelahnya, korban dan Rahmat bertatap muka langsung tanpa perantara Heri.

RH atau Rahmat, hanya dengan bermodal foto kebetulan dengan bapak Kapolri saat pelaksanaan fit and proper test kunjungan DPR ke rumah di Pasar Minggu, dapat meyakinkan korbannya hingga mendapatkan miliaran rupiah.

"Jadi RH ini adalah supir, dan pada saat kegiatan dia menyupiri orang yang ikut dalam kegiatan di rumah  Kapolri dan berupaya menyelinap untuk foto bersama. Tersangka meyakinkan korban dengan menyuruhnya mencari di Google dengan kata kunci 'sespri kapolri'," papar Argo.

Korban yang mempercayai perkataan RH atau Rahmat memberikan cek sebanyak tiga kali yang jika ditotal jumlahnya mencapai satu miliar rupiah.

Hasil dari penipuan tersebut, imbuh Argo, sudah dibagi-bagikan. Tersangka RH atau Rahmat mendapatkan Rp550 juta hanya dengan bermodal foto. Sedangkan pelaku lainnya, Heri mendapatkan Rp150 juta, Ali dan Vera mendapat Rp300 juta. "Dia menggunakan nama Kapolri untuk mendapatkan keuntungan, ini tindakan yang merugikan pihak kepolisian," ujar dia.

Argo menegaskan, kegiatan proyek di kepolisian sudah tranparan menggunakan e-katalog dan lelang umum."Jadi tidak ada kata tersangka (uang) ini untuk fee panitia, tidak benar. Sekarang polisi sudah tranparan dan profesional," tandas dia.

Atas tindakannya RH atau Rahmat diancam dengan pasal 378 dan atau 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 15 Februari 2019 - 19:55 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Malang Kota, Jawa Timur berhasil meringkus dua orang pela...
Jumat, 15 Februari 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Anggota Koramil 03/Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Serma Karlan bersama warga...
Jumat, 15 Februari 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Usai melakukan hubungan intim dengan kekasihnya, DA (26) seorang pemuda di ...
Rabu, 13 Februari 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com -Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus 14 anggota geng motor brutal yang d...
Rabu, 13 Februari 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com -Polres Kudus berhasil mengamankan pelaku penjual pupuk subsidi secara ilegal. Ked...
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:39 WIB
Elshinta.com -Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang melakukan tindakan tegas, dengan menem...
Rabu, 13 Februari 2019 - 07:55 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengungkap kasus prostitusi online dan tin...
Selasa, 12 Februari 2019 - 21:42 WIB
Elshinta.com -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali berhasil menangkap kapal ikan as...
Selasa, 12 Februari 2019 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Sepak terjang AN (35) sebagai pengedar obat psikotropika berakhir, saat pol...
Selasa, 12 Februari 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Petugas keamanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 177
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once