Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Kerahkan ribuan pasukan ke Palu, Kapolri: Polri harus hadir sebagai pelayan masyarakat

Selasa, 09 Oktober 2018 - 14:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Ist
Sumber foto: Ist

Elshinta.com - Pasca bencana Sulawesi Tengah, Polri kerahkan ribuan anggotanya. Sebanyak 20 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 2.029 personel dari Pasukan Brimob Nusantara. Tak hanya itu, Mabes Polri dan Polda juga mengirimkan tenaga medis dan Tim DVI.

Kegiatan yang diberi nama AMAN NUSA II ini menyiapkan personel polisi dari beberapa daerah di Indonesia yakni: Pas Pelopor: 3 SSK, Sumut 2 SSK, Riau 1 SSK, Bengkulu 1 SSK, Lampung 1 SSK, Jambi 1 SSK, Jabar 2 SSK, Sulut 1 SSK, Kalbar 1 SSK, Gorontalo 1 SSK, Maluku 1 SSK, NTB 2 SSK. Pengerahan ini akan terus dilakukan karena evakuasi dan pencarian korban gempa dan tsunami Sulteng akan dihentikan pada 11 Oktober.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pengerahan pasukan Polri ke Sulteng untuk membantu proses evakuasi pasca gempa. Mulai dari mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan, mengobati korban luka, mengidenfikasi korban meninggal. "Jadi ini tugas Polri sebagai pelayan masyarakat. Dimanapun dan di setiap bencana, Polri harus hadir," kata Tito dalam keterangannya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Selasa (9/10).

Tito mengatakan, pengiriman anggota Brimob ke daerah bencana bukan kali ini saja. Pasca gempa di Lombok, Polri juga mengirimkan ribuan anggotanya. Mulai dari anggota Brimob, Tim Dokpol dan Tim DVI.

Dari sisi keamanan, kata Tito, tingkat kriminalitas dan kejahatan di wilayah terdampak bencana mulai berkurang. Sebelumnya dilaporkan adanya kriminalitas seperti penjarahan makanan dan barang di sejumlah toko di Palu pasca bencana gempa dan tsunami. "Sekarang sudah menurun," ujar Tito.

Tito menyebut, situasi keamanan dan ketertiban saat inipun telah terkendali. Ia mengatakan, sebanyak 3500-an personel Polri dan tiga ribu pasukan TNI juga telah dikerahkan di wilayah bencana. Apalagi presiden pun menginstruksikan agar memprioritaskan pengamanan daerah bencana. Termasuk juga mengamankan distribusi BBM, alat-alat berat, pusat ekonomi, SPBU, dll.

"Kemudian jalur-jalur masuk menuju Kota Palu, bandara, dan pelabuhan itu yang paling utama. Saat ini semua terkendali," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Pasca bencana Sulawesi Tengah, Polri kerahkan ribuan anggotanya. Sebanyak 20 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 2.029 personel dari Pasukan Brimob Nusantara. Tak hanya itu, Mabes Polri dan Polda juga mengirimkan tenaga medis dan Tim DVI.

Kegiatan yang diberi nama AMAN NUSA II ini menyiapkan personel polisi dari beberapa daerah di Indonesia yakni: Pas Pelopor: 3 SSK, Sumut 2 SSK, Riau 1 SSK, Bengkulu 1 SSK, Lampung 1 SSK, Jambi 1 SSK, Jabar 2 SSK, Sulut 1 SSK, Kalbar 1 SSK, Gorontalo 1 SSK, Maluku 1 SSK, NTB 2 SSK. Pengerahan ini akan terus dilakukan karena evakuasi dan pencarian korban gempa dan tsunami Sulteng akan dihentikan pada 11 Oktober.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pengerahan pasukan Polri ke Sulteng untuk membantu proses evakuasi pasca gempa. Mulai dari mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan, mengobati korban luka, mengidenfikasi korban meninggal. "Jadi ini tugas Polri sebagai pelayan masyarakat. Dimanapun dan di setiap bencana, Polri harus hadir," kata Tito dalam keterangannya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Selasa (9/10).

Tito mengatakan, pengiriman anggota Brimob ke daerah bencana bukan kali ini saja. Pasca gempa di Lombok, Polri juga mengirimkan ribuan anggotanya. Mulai dari anggota Brimob, Tim Dokpol dan Tim DVI.

Dari sisi keamanan, kata Tito, tingkat kriminalitas dan kejahatan di wilayah terdampak bencana mulai berkurang. Sebelumnya dilaporkan adanya kriminalitas seperti penjarahan makanan dan barang di sejumlah toko di Palu pasca bencana gempa dan tsunami. "Sekarang sudah menurun," ujar Tito.

Tito menyebut, situasi keamanan dan ketertiban saat inipun telah terkendali. Ia mengatakan, sebanyak 3500-an personel Polri dan tiga ribu pasukan TNI juga telah dikerahkan di wilayah bencana. Apalagi presiden pun menginstruksikan agar memprioritaskan pengamanan daerah bencana. Termasuk juga mengamankan distribusi BBM, alat-alat berat, pusat ekonomi, SPBU, dll.

"Kemudian jalur-jalur masuk menuju Kota Palu, bandara, dan pelabuhan itu yang paling utama. Saat ini semua terkendali," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:46 WIB

BMKG pasang 20 sensor gempa di Sulteng

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Polresta Malang gerebek toko pembuat miras oplosan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com