Senin, 22 Oktober 2018 | 22:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

4.000 hektare sawah Sulsel terdampak kekeringan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 21:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber Foto:http://bit.ly/2peY9de
Sumber Foto:http://bit.ly/2peY9de

Elshinta.com - Sebanyak empat ribu hektare lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Bulukumba, Bone, Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan terdampak kekeringan.

"Di daerah-daerah ini sebenarnya sudah kami peringatkan agar tidak menanam padi, tetapi petani tetap mencoba dengan harapan akan ada hujan, tetapi ternyata tidak ada," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sulsel Fitriani yang ditemui di Makassar, Selasa (9/10).

Menurut Fitriani angka empat ribu hektare tersebut tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan luas pertanaman padi Sulsel yang mencapai satu juta hektare per tahun, sehingga pihaknya optimis kekeringan ini tidak akan mengganggu produksi beras Sulsel secara keseluruhan.

Dampak kekeringan tersebut, lanjutnya, bervariasi mulai dari yang ringan sehingga masih dapat dipulihkan, hingga terdampak sedang. Sedangkan yang terdampak berat hingga menyebabkan gagal panen hanya terdapat di beberapa titik dengan luasan lima hingga sepuluh hektare.

Pihaknya, kata Fitriani, juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kekeringan yang cukup penjang ini. "Kami sudah minta agar kabupaten/kota agar mengerahkan Brigade Alsintan yang menyiapkan bantuan pompa bagi petani," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Meski tidak menyebutkan secara detil jumlah pompa yang disiapkan, Fitriani mengaku jumlah pompa tersebut dapat mencukupi kebutuhan petani di daerah. "Seperti di Kabupaten Wajo saja misalnya, ada ratusan pompa di sana," ujarnya.

Pihaknya, kata dia, juga telah mengajak petani menjadi peserta asuransi, sehingga petani yang mengalami gagal panen dapat mengklaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare. "Kami juga telah menyiapkan benih cadangan bagi petani yang gagal panen," tambahnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Sebanyak empat ribu hektare lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Bulukumba, Bone, Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan terdampak kekeringan.

"Di daerah-daerah ini sebenarnya sudah kami peringatkan agar tidak menanam padi, tetapi petani tetap mencoba dengan harapan akan ada hujan, tetapi ternyata tidak ada," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sulsel Fitriani yang ditemui di Makassar, Selasa (9/10).

Menurut Fitriani angka empat ribu hektare tersebut tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan luas pertanaman padi Sulsel yang mencapai satu juta hektare per tahun, sehingga pihaknya optimis kekeringan ini tidak akan mengganggu produksi beras Sulsel secara keseluruhan.

Dampak kekeringan tersebut, lanjutnya, bervariasi mulai dari yang ringan sehingga masih dapat dipulihkan, hingga terdampak sedang. Sedangkan yang terdampak berat hingga menyebabkan gagal panen hanya terdapat di beberapa titik dengan luasan lima hingga sepuluh hektare.

Pihaknya, kata Fitriani, juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kekeringan yang cukup penjang ini. "Kami sudah minta agar kabupaten/kota agar mengerahkan Brigade Alsintan yang menyiapkan bantuan pompa bagi petani," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Meski tidak menyebutkan secara detil jumlah pompa yang disiapkan, Fitriani mengaku jumlah pompa tersebut dapat mencukupi kebutuhan petani di daerah. "Seperti di Kabupaten Wajo saja misalnya, ada ratusan pompa di sana," ujarnya.

Pihaknya, kata dia, juga telah mengajak petani menjadi peserta asuransi, sehingga petani yang mengalami gagal panen dapat mengklaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare. "Kami juga telah menyiapkan benih cadangan bagi petani yang gagal panen," tambahnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com