Senin, 22 Oktober 2018 | 22:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Miftahul Jannah akan beralih jadi pecatur

Selasa, 09 Oktober 2018 - 21:32 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersama Miftahul Jannah, atlet judo putri Indonesia. Sumber Foto: https://bit.ly/2pLhF1S
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersama Miftahul Jannah, atlet judo putri Indonesia. Sumber Foto: https://bit.ly/2pLhF1S

Elshinta.com - Miftahul Jannah, atlet judo putri Indonesia yang terdiskualifikasi lantaran menolak melepas jilbab pada pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, Senin (8/10), akan beralih menjadi atlet catur tuna netra. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam jumpa pers yang digelar di GBK Arena, Jakarta, Selasa (9/10).

"Dan yang membuat saya sangat bangga bahwa dia tetap komitmen untuk menjadi atlet. Miftah akan menjadi atlet blind chess (catur tuna netra)," ucap Imam, seperti dikutip Antara.

Imam mengatakan perempuan 21 tahun itu memang memiliki talenta dalam olahraga catur. Hal itu terbukti kala menteri yang dikenal dengan kumis tipisnya itu mengajak Miftah untuk uji tanding di kediamannya di kawasan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Selasa pagi.

"Tadi saya hampir kalah," ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Miftah saat ditemui dalam kesempatan yang sama membenarkan hal tersebut. Perempuan asal Aceh itu mengatakan orang tuanya telah mengenalkan catur sejak dirinya masih berusia 4 tahun. Bahkan dua tahun berselang, wanita kelahiran 4 Mei 1997 itu telah mengikuti turnamen catur.

Miftah pun bertekad akan fokus menekuni cabang olahraga barunya ini. Dia bahkan berujar bahwa tidak akan kembali menggeluti judo, meskipun nantinya akan ada peraturan yang membolehkan judoka muslimah bertanding dengan mengenakan jilbab.

"Enggak (kembali menekuni judo), Miftah akan berkomitmen, akan berusaha jadi atlet catur meskipun banyak rintangan yang harus dilewati," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Miftahul Jannah, atlet judo putri Indonesia yang terdiskualifikasi lantaran menolak melepas jilbab pada pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, Senin (8/10), akan beralih menjadi atlet catur tuna netra. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam jumpa pers yang digelar di GBK Arena, Jakarta, Selasa (9/10).

"Dan yang membuat saya sangat bangga bahwa dia tetap komitmen untuk menjadi atlet. Miftah akan menjadi atlet blind chess (catur tuna netra)," ucap Imam, seperti dikutip Antara.

Imam mengatakan perempuan 21 tahun itu memang memiliki talenta dalam olahraga catur. Hal itu terbukti kala menteri yang dikenal dengan kumis tipisnya itu mengajak Miftah untuk uji tanding di kediamannya di kawasan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Selasa pagi.

"Tadi saya hampir kalah," ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Miftah saat ditemui dalam kesempatan yang sama membenarkan hal tersebut. Perempuan asal Aceh itu mengatakan orang tuanya telah mengenalkan catur sejak dirinya masih berusia 4 tahun. Bahkan dua tahun berselang, wanita kelahiran 4 Mei 1997 itu telah mengikuti turnamen catur.

Miftah pun bertekad akan fokus menekuni cabang olahraga barunya ini. Dia bahkan berujar bahwa tidak akan kembali menggeluti judo, meskipun nantinya akan ada peraturan yang membolehkan judoka muslimah bertanding dengan mengenakan jilbab.

"Enggak (kembali menekuni judo), Miftah akan berkomitmen, akan berusaha jadi atlet catur meskipun banyak rintangan yang harus dilewati," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com