Rabu, 12 Desember 2018 | 20:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Diduga bunuh diri, Emar ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur

Selasa, 09 Oktober 2018 - 21:44 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com -  Diduga bunuh diri, seorang warga di Kampung Nagrak, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan tim resque Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta Jawa Barat dalam keadaan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur Purwakarta, yang sebelumnya hilang sejak kemarin sore.

Jenazah bernama Emar (63) warga Kampung Nagrak Rt01/01 Kecamatan Sukasari ditemukan sore tadi dalam keadaan mengambang pada radius 2 kilometer dari pinggir waduk. Hal itu dikatakan Kasi Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta, Iman Ruskiman kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Sebelumnya korban pada kemarin sore sekitar pukul 18.30 WIB, telah berpamitan kepada saudara Enok dan menyatakan akan bunuh diri dengan menceburkan ke Waduk Jatiluhur di kawasan Kecamatan Sukasari.

Mendengar ucapan niat korban akan bunuh diri, Enok memberitahukan kepada warga sekitar. Atas informasi tersebut warga kemudian mencari keberadaan korban hingga ke pinggir waduk.

Pencarian tidak membuahkan hasil, namun menemukan sepasang sandal dan jejak kaki mengarah perairan Waduk Jatiluhur, yang diduga milik korban. Dengan mengerahkan tim resque dari pemadam kebakaran, Polisi, tim SAR, Pramuka dibantu warga sekitar dilakukan pencarian hingga pukul 16.00 WIB korban belum dapat ditemukan bahkan penyelaman hingga kedalaman 20 meter.

Pencarian dinyatakan akan dilanjut pada hari besok, namun tiba-tiba dikejutkan nelayan telah menemukan korban dalam keadaan meniggal dunia dan mengambang di permukaan air sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi. "Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kampung Nagrak dan tidak dilakukan visum karena keluarga korban telah menerima atas kematiannya sebagai musibah," jelas Iman. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com -  Diduga bunuh diri, seorang warga di Kampung Nagrak, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan tim resque Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta Jawa Barat dalam keadaan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur Purwakarta, yang sebelumnya hilang sejak kemarin sore.

Jenazah bernama Emar (63) warga Kampung Nagrak Rt01/01 Kecamatan Sukasari ditemukan sore tadi dalam keadaan mengambang pada radius 2 kilometer dari pinggir waduk. Hal itu dikatakan Kasi Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta, Iman Ruskiman kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Sebelumnya korban pada kemarin sore sekitar pukul 18.30 WIB, telah berpamitan kepada saudara Enok dan menyatakan akan bunuh diri dengan menceburkan ke Waduk Jatiluhur di kawasan Kecamatan Sukasari.

Mendengar ucapan niat korban akan bunuh diri, Enok memberitahukan kepada warga sekitar. Atas informasi tersebut warga kemudian mencari keberadaan korban hingga ke pinggir waduk.

Pencarian tidak membuahkan hasil, namun menemukan sepasang sandal dan jejak kaki mengarah perairan Waduk Jatiluhur, yang diduga milik korban. Dengan mengerahkan tim resque dari pemadam kebakaran, Polisi, tim SAR, Pramuka dibantu warga sekitar dilakukan pencarian hingga pukul 16.00 WIB korban belum dapat ditemukan bahkan penyelaman hingga kedalaman 20 meter.

Pencarian dinyatakan akan dilanjut pada hari besok, namun tiba-tiba dikejutkan nelayan telah menemukan korban dalam keadaan meniggal dunia dan mengambang di permukaan air sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi. "Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kampung Nagrak dan tidak dilakukan visum karena keluarga korban telah menerima atas kematiannya sebagai musibah," jelas Iman. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com