Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

MUI desak KONI tak diam soal diskualifikasi Miftahul Jannah

Rabu, 10 Oktober 2018 - 06:48 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Atlet Blind Judo Indonesia Miftahul Jannah yang didiskualifikasi akibat menggunakan hijab pada Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/10). Sumber foto: https://bit.ly/2OebAJP
Atlet Blind Judo Indonesia Miftahul Jannah yang didiskualifikasi akibat menggunakan hijab pada Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (8/10). Sumber foto: https://bit.ly/2OebAJP

Elshinta.com - Wakil Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah mendesak agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak tinggal diam atas didiskualifikasinya judoka putri Indonesia, Miftahul Jannah.

Miftahul Jannah telah didiskualifikasi dari pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018. Hal tersebut dinilai telah merugikan atlet dan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

"Isu ini jangan dibiarkan karena sangat jelas merugikan Indonesia dalam kepesertaannya di cabang olahraga judo. Kita harus memprotes sampai kegiatan pertandingan tersebut diulang. Apalagi kita sedang menjadi tuan rumah," kata Ikhsan Abdullah di Jakarta, Selasa (9/10).

"KONI harus mempersoalkan ini secara tegas. Dan MUI akan melayangkan nota protes secara resmi," tambah Ikhsan, dilansir dari Antara.

Ikhsan memandang diskualifikasi tersebut merupakan tindakan yang diskriminatif. Untuk itu dia mendesak Menpora Imam Nahrawi dan KONI untuk menjelaskan kepada International Paralympic Committee soal kewajiban berjilbab untuk wanita dalam Islam.

"Ini penting agar mereka memahami ini. Sehingga wanita muslim tidak terlanggar ketentuan yang diskriminatif tersebut," tegas dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Wakil Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah mendesak agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak tinggal diam atas didiskualifikasinya judoka putri Indonesia, Miftahul Jannah.

Miftahul Jannah telah didiskualifikasi dari pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018. Hal tersebut dinilai telah merugikan atlet dan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

"Isu ini jangan dibiarkan karena sangat jelas merugikan Indonesia dalam kepesertaannya di cabang olahraga judo. Kita harus memprotes sampai kegiatan pertandingan tersebut diulang. Apalagi kita sedang menjadi tuan rumah," kata Ikhsan Abdullah di Jakarta, Selasa (9/10).

"KONI harus mempersoalkan ini secara tegas. Dan MUI akan melayangkan nota protes secara resmi," tambah Ikhsan, dilansir dari Antara.

Ikhsan memandang diskualifikasi tersebut merupakan tindakan yang diskriminatif. Untuk itu dia mendesak Menpora Imam Nahrawi dan KONI untuk menjelaskan kepada International Paralympic Committee soal kewajiban berjilbab untuk wanita dalam Islam.

"Ini penting agar mereka memahami ini. Sehingga wanita muslim tidak terlanggar ketentuan yang diskriminatif tersebut," tegas dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com