Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden KSPI ungkap percakapan dengan Ratna Sarumpaet

Rabu, 10 Oktober 2018 - 07:08 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. sumber foto: https://bit.ly/2CzkmMu
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. sumber foto: https://bit.ly/2CzkmMu

Elshinta.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap percakapan dengan tersangka penyebaran kebohongan Ratna Sarumpaet saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Said menjelaskan, awalnya saat pulang dari acara stasiun televisi pada Jumat (28/9) sekitar pukul 23.30 WIB, staf Ratna menghubungi untuk berbicara dan meminta dirinya ke rumah Ratna, namun dirinya tak bisa memenuhi hal tersebut.

"Tiba-tiba dia (Ratna) menangis dan mengatakan `kamu harus datang karena saya dianiaya`. Setelah bercerita saya memutuskan untuk datang berbalik dengan taksi untuk menemui Ratna Sarumpaet," ungkap Said usai pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10) sebagaimana dihimpun Antara.

Singkat cerita, menurut Said, Ratna Sarumpaet mengisahkan soal penyaniayaan dan meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto untuk menjelaskan langsung. "Saya tidak tahu apakah lewat telepon atau lewat SMS menyampaikan ke Fadli Zon mengenai penganiayaan tersebut dan berapa orang lain yang saya tidak tahu siapa," ungkap dia.

Menurut Said, pertemuan Ratna Sarumpaet dengan Prabowo dan beberapa orang hadir pada salah satu tempat seperti yang disampaikan kepada penyidik. Said menegaskan cerita Ratna yang disampaikan kepada dirinya dengan Prabowo sama persis mengenai penganiayaan.

Prabowo, menurut Said, sempat menyampaikan beberapa hal termasuk melakukan visum secara jelas terhadap luka yang diakui Ratna akibat penganiayaan serta mempersilakan ACTA dan Divisi Hukum Partai Gerindra untuk menghadapi laporan ke polisi. "Namun dia (Ratna) pesimis kalau ini dilaporkan kepada polisi maka (kasus ini) akan ditindaklanjuti," ujar Said.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap percakapan dengan tersangka penyebaran kebohongan Ratna Sarumpaet saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Said menjelaskan, awalnya saat pulang dari acara stasiun televisi pada Jumat (28/9) sekitar pukul 23.30 WIB, staf Ratna menghubungi untuk berbicara dan meminta dirinya ke rumah Ratna, namun dirinya tak bisa memenuhi hal tersebut.

"Tiba-tiba dia (Ratna) menangis dan mengatakan `kamu harus datang karena saya dianiaya`. Setelah bercerita saya memutuskan untuk datang berbalik dengan taksi untuk menemui Ratna Sarumpaet," ungkap Said usai pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10) sebagaimana dihimpun Antara.

Singkat cerita, menurut Said, Ratna Sarumpaet mengisahkan soal penyaniayaan dan meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto untuk menjelaskan langsung. "Saya tidak tahu apakah lewat telepon atau lewat SMS menyampaikan ke Fadli Zon mengenai penganiayaan tersebut dan berapa orang lain yang saya tidak tahu siapa," ungkap dia.

Menurut Said, pertemuan Ratna Sarumpaet dengan Prabowo dan beberapa orang hadir pada salah satu tempat seperti yang disampaikan kepada penyidik. Said menegaskan cerita Ratna yang disampaikan kepada dirinya dengan Prabowo sama persis mengenai penganiayaan.

Prabowo, menurut Said, sempat menyampaikan beberapa hal termasuk melakukan visum secara jelas terhadap luka yang diakui Ratna akibat penganiayaan serta mempersilakan ACTA dan Divisi Hukum Partai Gerindra untuk menghadapi laporan ke polisi. "Namun dia (Ratna) pesimis kalau ini dilaporkan kepada polisi maka (kasus ini) akan ditindaklanjuti," ujar Said.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com