Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aktual IPTEK

Kemenkominfo terima surat balasan Facebook terkait masalah keamanan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 07:16 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A1euZS
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A1euZS

Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kemenkominfo) menyatakan sudah menerima surat balasan dari Facebook mengenai peretasan yang dialami media sosial populer dunia itu sehingga berdampak pada jutaan akun pengguna, sejak Rabu (3/10) lalu.

"Terhadap permintaan klarifikasi, Facebook menyebutkan peretasan dilakukan oleh aksi pelaku di luar sistem Facebook yang mendapatkan token pengguna dari celah keamanan pada fitur Facebook 'View As' atau 'Lihat Sebagai'," kata Kominfo melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Selasa (9/10).

Token tersebut memungkinkan otentikasi akun pengguna fitur "View As", fitur yang memberi tampilan seperti apa profil jika dilihat dari akun Facebook lain. Untuk memperbaiki dan melindungi pengguna, Facebook menyatakan tengah melakukan investigasi dan update secara berkala.

Kepada Kemenkominfo, perusahaan media sosial tersebut mengaku sudah mengambil sejumlah langkah yaitu membahas celah keamanan atau kerentanan yang ada serta melakukan setting ulang atau reset token akses pengguna Facebook yang terdampak sehingga mereka harus untuk masuk (login) kembali ke Facebook.

Menurut Facebook, secara global pengguna Facebook yang terdampak peretasan berjumlah 50 juta orang dan akun-akun tersebut telah disetel ulang. Setelah pengguna masuk kembali, Facebook memberi tahu melalui pesan teratas di laman Kabar Berita atau News Feed.

Setelah melakukan tinjauan keamanan, Facebook juga mematikan fitur "Lihat Iklan". Dalam surat tersebut, Facebook menyatakan mereka sudah memberi tahu penegak hukum mengenai potensi penyalahgunaan data.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kemenkominfo) menyatakan sudah menerima surat balasan dari Facebook mengenai peretasan yang dialami media sosial populer dunia itu sehingga berdampak pada jutaan akun pengguna, sejak Rabu (3/10) lalu.

"Terhadap permintaan klarifikasi, Facebook menyebutkan peretasan dilakukan oleh aksi pelaku di luar sistem Facebook yang mendapatkan token pengguna dari celah keamanan pada fitur Facebook 'View As' atau 'Lihat Sebagai'," kata Kominfo melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Selasa (9/10).

Token tersebut memungkinkan otentikasi akun pengguna fitur "View As", fitur yang memberi tampilan seperti apa profil jika dilihat dari akun Facebook lain. Untuk memperbaiki dan melindungi pengguna, Facebook menyatakan tengah melakukan investigasi dan update secara berkala.

Kepada Kemenkominfo, perusahaan media sosial tersebut mengaku sudah mengambil sejumlah langkah yaitu membahas celah keamanan atau kerentanan yang ada serta melakukan setting ulang atau reset token akses pengguna Facebook yang terdampak sehingga mereka harus untuk masuk (login) kembali ke Facebook.

Menurut Facebook, secara global pengguna Facebook yang terdampak peretasan berjumlah 50 juta orang dan akun-akun tersebut telah disetel ulang. Setelah pengguna masuk kembali, Facebook memberi tahu melalui pesan teratas di laman Kabar Berita atau News Feed.

Setelah melakukan tinjauan keamanan, Facebook juga mematikan fitur "Lihat Iklan". Dalam surat tersebut, Facebook menyatakan mereka sudah memberi tahu penegak hukum mengenai potensi penyalahgunaan data.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:45 WIB

China akan luncurkan Bulan buatan untuk terangi kota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:45 WIB

Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com