Rabu, 12 Desember 2018 | 20:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Kemenkeu keluarkan instrumen investasi bangun lingkungan hidup `Green Sukuk`

Rabu, 10 Oktober 2018 - 07:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Wakil Presiden sekaligus Bendahara Bank Dunia Arunma Oteh  Courtyard Hotel Nusa Dua dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018, Selasa (9/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IL6WNn
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Wakil Presiden sekaligus Bendahara Bank Dunia Arunma Oteh Courtyard Hotel Nusa Dua dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018, Selasa (9/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IL6WNn

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah perlu menyusun kebijakan sehingga Kemenkeu mengeluarkan instrumen investasi baru, yaitu Green Sukuk.

Menurut Menkeu, Green Sukuk merupakan cara baik untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup. Tetapi, hambatan yang mungkin dihadapi adalah rendahnya bagi hasil (yield) yang ditawarkan oleh instrumen ini.

"Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan," tegas Menkeu di Courtyard Hotel Nusa Dua dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018, Selasa (9/10), sebagaimana dihimpun dari laman resmi Kemenkeu.

Menkeu mengakui masih banyak masalah lingkungan di Indonesia, seperti masalah sampah baik di darat maupun di laut yang sangat penting untuk diselesaikan. Dengan adanya proyek-proyek yang sudah dijamin oleh Pemerintah, diharapkan investor ataupun pihak swasta dapat tertarik.

Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Bendahara Bank Dunia Arunma Oteh membahas bagaimana dunia harus bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Apabila Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik," jelas Arunma.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah perlu menyusun kebijakan sehingga Kemenkeu mengeluarkan instrumen investasi baru, yaitu Green Sukuk.

Menurut Menkeu, Green Sukuk merupakan cara baik untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup. Tetapi, hambatan yang mungkin dihadapi adalah rendahnya bagi hasil (yield) yang ditawarkan oleh instrumen ini.

"Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan," tegas Menkeu di Courtyard Hotel Nusa Dua dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018, Selasa (9/10), sebagaimana dihimpun dari laman resmi Kemenkeu.

Menkeu mengakui masih banyak masalah lingkungan di Indonesia, seperti masalah sampah baik di darat maupun di laut yang sangat penting untuk diselesaikan. Dengan adanya proyek-proyek yang sudah dijamin oleh Pemerintah, diharapkan investor ataupun pihak swasta dapat tertarik.

Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Bendahara Bank Dunia Arunma Oteh membahas bagaimana dunia harus bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Apabila Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik," jelas Arunma.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com