Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Emansipasi

Perempuan mampu beri ide baru pengambilan keputusan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:13 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama panelis lain dalam diskusi
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama panelis lain dalam diskusi "Empowering Women in the Workplace" pada rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, Selasa (9/10). Sumber foto: https://bit.ly/2yqP9GM

Elshinta.com - Sejumlah panelis dalam diskusi "Empowering Women in the Workplace" pada rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, Selasa (9/10) sepakat bahwa perempuan dapat memberi pandangan serta ide-ide baru di saat mengambil sebuah keputusan.

Para panelis tersebut terdiri dari sejumlah perempuan seperti Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Managing Director IMF Christine Lagarde, Excutive Secretary of UN Economic Comission for Africa Vera Songwe, Executive Director of International Women’s Right Action Watch Pacific Pryanthi Fernando dan Governor of the Bank of Canada Steve Poloz.

“Dengan kontribusi perempuan di ekonomi akan sangat bagus untuk peningkatan kesejahteraan. Selain itu, perempuan mampu memberikan sebuah pola pikir yang berbeda dari laki-laki sehingga saat mengambil keputusan, maka perempuan dan laki-laki mampu saling melengkapi,” ujar Lagarde sebagaimana dihimpun dari laman Kemenkeu, Rabu (10/10).

Fernando sebagai aktivis perempuan menyatakan bahwa banyak pekerjaan perempuan yang tidak dinilai secara ekonomi. Untuk itu, ia mengungkapkan penghitungan PDB harus mulai memikirkan bagaimana memasukkan pekerjaan-pekerjaan tersebut kepada nilai ekonomi.

Sudut pandang lain juga disampaikan oleh Vera Songwe. Dia mengutarakan agar perempuan dapat efektif berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi, maka pemerintah sudah mulai harus memikirkan sektor bidang dimana perempuan mampu berkontribusi dengan baik.

“Apabila negara dapat meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja maka akan memberi efek baik tidak hanya kepada ekonomi negara tetapi juga untuk diri perempuan itu sendiri dan keluarganya,” jelas Menkeu.

Menkeu juga memberikan pendapat terkait dampak teknologi kepada hilangnya jenis pekerjaan bagi perempuan. Menurutnya, teknologi justru akan membantu perempuan bekerja lebih fleksible dengan kesempatan bekerja dirumah agar bisa menjadi ibu meski tetap bekerja. Karena dengan adanya teknologi, perempuan dapat bekerja dari rumah sehingga tantangan dual peran antara perempuan bekerja dan tanggung jawab sebagai ibu dapat diatasi.

Terakhir, menutup diskusi para panelis sepakat bahwa para perempuan muda membutuhkan panutan tokoh perempuan sukses agar dapat memotivasi mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja. Lagarde menegaskan bahwa kemenangan perempuan di berbagai bidang harus dirayakan dengan meriah. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Sejumlah panelis dalam diskusi "Empowering Women in the Workplace" pada rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, Selasa (9/10) sepakat bahwa perempuan dapat memberi pandangan serta ide-ide baru di saat mengambil sebuah keputusan.

Para panelis tersebut terdiri dari sejumlah perempuan seperti Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Managing Director IMF Christine Lagarde, Excutive Secretary of UN Economic Comission for Africa Vera Songwe, Executive Director of International Women’s Right Action Watch Pacific Pryanthi Fernando dan Governor of the Bank of Canada Steve Poloz.

“Dengan kontribusi perempuan di ekonomi akan sangat bagus untuk peningkatan kesejahteraan. Selain itu, perempuan mampu memberikan sebuah pola pikir yang berbeda dari laki-laki sehingga saat mengambil keputusan, maka perempuan dan laki-laki mampu saling melengkapi,” ujar Lagarde sebagaimana dihimpun dari laman Kemenkeu, Rabu (10/10).

Fernando sebagai aktivis perempuan menyatakan bahwa banyak pekerjaan perempuan yang tidak dinilai secara ekonomi. Untuk itu, ia mengungkapkan penghitungan PDB harus mulai memikirkan bagaimana memasukkan pekerjaan-pekerjaan tersebut kepada nilai ekonomi.

Sudut pandang lain juga disampaikan oleh Vera Songwe. Dia mengutarakan agar perempuan dapat efektif berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi, maka pemerintah sudah mulai harus memikirkan sektor bidang dimana perempuan mampu berkontribusi dengan baik.

“Apabila negara dapat meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja maka akan memberi efek baik tidak hanya kepada ekonomi negara tetapi juga untuk diri perempuan itu sendiri dan keluarganya,” jelas Menkeu.

Menkeu juga memberikan pendapat terkait dampak teknologi kepada hilangnya jenis pekerjaan bagi perempuan. Menurutnya, teknologi justru akan membantu perempuan bekerja lebih fleksible dengan kesempatan bekerja dirumah agar bisa menjadi ibu meski tetap bekerja. Karena dengan adanya teknologi, perempuan dapat bekerja dari rumah sehingga tantangan dual peran antara perempuan bekerja dan tanggung jawab sebagai ibu dapat diatasi.

Terakhir, menutup diskusi para panelis sepakat bahwa para perempuan muda membutuhkan panutan tokoh perempuan sukses agar dapat memotivasi mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja. Lagarde menegaskan bahwa kemenangan perempuan di berbagai bidang harus dirayakan dengan meriah. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com