Senin, 10 Desember 2018 | 17:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Polisi selidiki kasus grup gay di Facebook

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:03 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CwYwJv
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CwYwJv

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Garut tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tangkapan layar grup Facebook gay siswa SMP dan SMA di Garut, Jawa Barat, yang beredar di pesan WhatsApp. 

Berdasarkan penyelidikan, grup tersebut sudah dibuat sejak lima tahun yang lalu dengan beranggotakan kurang lebih 2.500 orang.

“Kami sudah menerima informasi tersebut, kami lagi penyelidikan, pasti kami selidiki ini,” kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Selasa (9/10). 

Polres Garut tengah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku-pelaku di balik grup tersebut dan mendalami motif dari terbentuknya grup tersebut.

Diketahui, grup tersebut mengunggah gambar serta kalimat yang tak pantas atau senonoh. Hingga saat ini grup tersebut masih aktif dan terus berjalan.

"Kalau bicara jumlah anggota yang ramai, bukan hanya Garut, seputaran Garut juga ada, Bandung, Bogor, Jakarta. Bahkan sampai luar Jawa Barat," imbuh Kapolres. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Garut tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tangkapan layar grup Facebook gay siswa SMP dan SMA di Garut, Jawa Barat, yang beredar di pesan WhatsApp. 

Berdasarkan penyelidikan, grup tersebut sudah dibuat sejak lima tahun yang lalu dengan beranggotakan kurang lebih 2.500 orang.

“Kami sudah menerima informasi tersebut, kami lagi penyelidikan, pasti kami selidiki ini,” kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Selasa (9/10). 

Polres Garut tengah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku-pelaku di balik grup tersebut dan mendalami motif dari terbentuknya grup tersebut.

Diketahui, grup tersebut mengunggah gambar serta kalimat yang tak pantas atau senonoh. Hingga saat ini grup tersebut masih aktif dan terus berjalan.

"Kalau bicara jumlah anggota yang ramai, bukan hanya Garut, seputaran Garut juga ada, Bandung, Bogor, Jakarta. Bahkan sampai luar Jawa Barat," imbuh Kapolres. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com