Kamis, 13 Desember 2018 | 14:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkeu ingatkan potensi penghambat pertumbuhan ekonomi

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:21 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sumber foto: https://bit.ly/2C5gZvy
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sumber foto: https://bit.ly/2C5gZvy

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan tentang adanya risiko yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi pada 2019, yang salah satunya berasal dari kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

"Kami menganggap, risiko yang berasal dari The Fed masih sangat ada, karena mereka menyampaikan akan tetap menaikkan suku bunga tahun depan," katanya saat berbincang dengan Antara di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10).

Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed ini dapat menyebabkan penguatan dolar AS serta membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan membuat investasi menjadi tertahan serta tidak mampu tumbuh sesuai potensinya.

Selain itu, risiko dari terjadinya perang dagang antarnegara maju masih menjadi isu utama dalam perekonomian global pada 2019 karena hal ini dapat menciptakan ketidakpastian terhadap kinerja ekspor impor yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

"Risiko dari trade war masih sangat nyata, bahkan mungkin ada eskalasi karena semakin politis, berarti ini akan menciptakan ketidakpastian terhadap ekspor," ujarnya.

Ia menambahkan, risiko eksternal lainnya terkait dengan situasi geopolitik yang bisa berpengaruh kepada harga komoditas global seperti minyak dunia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan tentang adanya risiko yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi pada 2019, yang salah satunya berasal dari kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

"Kami menganggap, risiko yang berasal dari The Fed masih sangat ada, karena mereka menyampaikan akan tetap menaikkan suku bunga tahun depan," katanya saat berbincang dengan Antara di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10).

Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed ini dapat menyebabkan penguatan dolar AS serta membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan membuat investasi menjadi tertahan serta tidak mampu tumbuh sesuai potensinya.

Selain itu, risiko dari terjadinya perang dagang antarnegara maju masih menjadi isu utama dalam perekonomian global pada 2019 karena hal ini dapat menciptakan ketidakpastian terhadap kinerja ekspor impor yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

"Risiko dari trade war masih sangat nyata, bahkan mungkin ada eskalasi karena semakin politis, berarti ini akan menciptakan ketidakpastian terhadap ekspor," ujarnya.

Ia menambahkan, risiko eksternal lainnya terkait dengan situasi geopolitik yang bisa berpengaruh kepada harga komoditas global seperti minyak dunia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com