Rabu, 12 Desember 2018 | 20:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Terungkap, pesta tukar pasangan di Surabaya

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:32 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ofwpo5
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ofwpo5

Elshinta.com - Polisi mengungkap kasus pertukaran pasangan atau swinger. Kasus ini melibatkan beberapa pasangan di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, salah satunya dalam keadaaan hamil.

Wadireskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, ada tiga pasangan suami istri yang diamankan dalam kasus ini. Namun, hanya satu pelaku yakni Eko yang menjadi tersangka karena yang mengkoordinir.

Kasus ini terungkap dalam penggerebekan pesta tukar pasangan di sebuah hotel bintang tiga di Surabaya. 

“Ada tiga pasangan suami istri yang kami amankan namun hanya pelaku bernama Eko yang jadi tersangka. Pertukaran pasangan ini sudah berlangsung tiga kali,” ungkap Juda, Selasa (9/10), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Juda menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial Twitter.

Ajakan itu juga bersyarat, yakni istri harus berumur 22 tahun dan suami berumur 29 tahun. Mirisnya, Eko juga mengajak istrinya yang sedang hamil saat melakukan penyimpangan seksual itu.

“Tersangka mengajak bertukar pasangan bersama di sebuah hotel bintang tiga. Ironisnya, istri tersangka yang sedang hamil ikut dilibatkan,” ujarnya. 

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam.

Tersangka Eko pun terancam dijerat dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Polisi mengungkap kasus pertukaran pasangan atau swinger. Kasus ini melibatkan beberapa pasangan di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, salah satunya dalam keadaaan hamil.

Wadireskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, ada tiga pasangan suami istri yang diamankan dalam kasus ini. Namun, hanya satu pelaku yakni Eko yang menjadi tersangka karena yang mengkoordinir.

Kasus ini terungkap dalam penggerebekan pesta tukar pasangan di sebuah hotel bintang tiga di Surabaya. 

“Ada tiga pasangan suami istri yang kami amankan namun hanya pelaku bernama Eko yang jadi tersangka. Pertukaran pasangan ini sudah berlangsung tiga kali,” ungkap Juda, Selasa (9/10), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Juda menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial Twitter.

Ajakan itu juga bersyarat, yakni istri harus berumur 22 tahun dan suami berumur 29 tahun. Mirisnya, Eko juga mengajak istrinya yang sedang hamil saat melakukan penyimpangan seksual itu.

“Tersangka mengajak bertukar pasangan bersama di sebuah hotel bintang tiga. Ironisnya, istri tersangka yang sedang hamil ikut dilibatkan,” ujarnya. 

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam.

Tersangka Eko pun terancam dijerat dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com