Rabu, 12 Desember 2018 | 06:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Gempa dan tsunami di Sulteng

Ini penjelasan BNPB soal `pengusiran` relawan di Palu

Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:21 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2C4gstE
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2C4gstE

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (10/10).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menurut dia, juga telah memastikan bahwa tidak ada pengusiran terhadap sukarelawan BPBD dari berbagai daerah.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.   

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ia menegaskan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (10/10).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menurut dia, juga telah memastikan bahwa tidak ada pengusiran terhadap sukarelawan BPBD dari berbagai daerah.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.   

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ia menegaskan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com