Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Gempa dan tsunami di Sulteng

Ini penjelasan BNPB soal `pengusiran` relawan di Palu

Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:21 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2C4gstE
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2C4gstE

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (10/10).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menurut dia, juga telah memastikan bahwa tidak ada pengusiran terhadap sukarelawan BPBD dari berbagai daerah.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.   

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ia menegaskan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 Oktober 2018 - 21:59 WIB

LPSK imbau seluruh pihak lawan serangan terhadap ahli

Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai kejadian pengusiran sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (10/10).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menurut dia, juga telah memastikan bahwa tidak ada pengusiran terhadap sukarelawan BPBD dari berbagai daerah.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.   

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ia menegaskan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com