Jumat, 14 Desember 2018 | 06:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Presiden minta pelajar cegah penyebaran hoax

Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Indonesia Joko Widodo dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Bogor, Rabu (10/10).
Presiden Indonesia Joko Widodo dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Bogor, Rabu (10/10).

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta para pelajar ikut mencegah penyebaran kabar bohong (hoax) yang menyebar di tengah masyarakat.

"Jadi, anak-anak tolong kalau ada hal-hal yang namanya hoax, kabar bohong, saling mencela, tolong diluruskan, dibetulkan," kata Jokowi di hadapan para pelajar dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Bogor, Rabu (10/10).

"Kita harus sadar betul, jangan sampai kita diadu-adu oleh berbagai kepentingan. Ini berbahaya sekali, apalagi anak-anakku semua pemimpin di sekolah masing-masing baik pemimpin rohaniwan, baik ketua OSIS, kalau tidak bisa mengajak teman-temannya melihat bahwa Indonesia beragam, maka akan berbahaya sekali," tambah Presiden sebagaimana dilansir Antara.

Peredaran hoax itu, menurut Jokowi, terjadi karena kepentingan politik, misalnya pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden yang terjadi setiap 5 tahun sekali.

Presiden pun menegaskan bahwa persatuan adalah modal utama Indonesia untuk memenangkan kompetisi dengan engara lain.

"Aset terbesar kita adalah persaudaraan, persatuan, dan kerukunan! Tidak ada yang lain, kalau kita bersatu, kita rukun maka kita punya potensi besar akan mengalahkan negara-negara lain dalam kita bersaing," tegas dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 14 Desember 2018 - 06:26 WIB

TNI berencana ambil alih pembangunan Trans Papua

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 06:14 WIB

TNI evakuasi enam pekerja terjebak di hutan hindari KKB

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta para pelajar ikut mencegah penyebaran kabar bohong (hoax) yang menyebar di tengah masyarakat.

"Jadi, anak-anak tolong kalau ada hal-hal yang namanya hoax, kabar bohong, saling mencela, tolong diluruskan, dibetulkan," kata Jokowi di hadapan para pelajar dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Bogor, Rabu (10/10).

"Kita harus sadar betul, jangan sampai kita diadu-adu oleh berbagai kepentingan. Ini berbahaya sekali, apalagi anak-anakku semua pemimpin di sekolah masing-masing baik pemimpin rohaniwan, baik ketua OSIS, kalau tidak bisa mengajak teman-temannya melihat bahwa Indonesia beragam, maka akan berbahaya sekali," tambah Presiden sebagaimana dilansir Antara.

Peredaran hoax itu, menurut Jokowi, terjadi karena kepentingan politik, misalnya pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden yang terjadi setiap 5 tahun sekali.

Presiden pun menegaskan bahwa persatuan adalah modal utama Indonesia untuk memenangkan kompetisi dengan engara lain.

"Aset terbesar kita adalah persaudaraan, persatuan, dan kerukunan! Tidak ada yang lain, kalau kita bersatu, kita rukun maka kita punya potensi besar akan mengalahkan negara-negara lain dalam kita bersaing," tegas dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com