Rabu, 12 Desember 2018 | 06:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Kurs dolar turun dari tertinggi 7 pekan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Dolar AS. Sumber foto: https://bit.ly/2w3oMFF
Dolar AS. Sumber foto: https://bit.ly/2w3oMFF

Elshinta.com - Kurs dolar AS turun dari tertinggi tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), akibat penurunan imbal hasil obligasi AS dan sterling naik menyusul laporan yang menghidupkan kembali harapan bahwa Inggris dan Uni Eropa berada di tepi kesepakatan Brexit.

Para investor membuang obligasi AS pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa inflasi domestik mungkin meningkat, mendorong Federal Reserve AS (The Fed) untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya.

Pada Selasa (9/10), imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang dijadikan sebagai acuan, naik ke tertinggi tujuh tahun di 3,261 persen sebelum mundur kembali menjadi 3,2101 persen karena harga ekuitas yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Indeks yang melacak dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,651 setelah mencapai tertinggi tujuh minggu di 96,155.

Euro dibantu oleh laporan Dow Jones bahwa kesepakatan tentang persyaratan bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi dapat dicapai secepatnya Senin (15/10). Mata uang tunggal telah melemah sebelumnya karena kekhawatiran tentang ketegangan antara UE dan Italia atas anggaran negara itu.

"Itu membalikkan segalanya. Ini mengobati luka terbuka dari negosiasi anggaran Italia," kata Direktur Pelaksana Strategi Valas di BK Asset Management di New York, Boris Schlossberg seperti dikutip Antara dari Reuters. 

Ia mengungkapkan hal itu dalam laporan tentang Dow Jones terkait kesepakatan Brexit pada Senin (15/10).

Dow Jones, mengutip para diplomat yang tidak diindentifikasi, mengatakan kedua pihak telah mempersempit perbedaan mereka sekitar perbatasan Irlandia, tetapi beberapa masalah belum dipecahkan.

Sterling membalikkan penurunan sebelumnya menjadi naik ke 1,3147 dolar AS, menguat 0,41 persen. Terhadap euro, naik 0,36 persen menjadi 87,45 pence per euro.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria melontarkan nada tegas tentang rencana anggarannya yang kontroversial di parlemen Roma. Patokan imbal hasil obligasi pemerintah Italia bertenor 10-tahun naik menuju tertinggi 4,5 ahun.

Euro jatuh ke level terendah tujuh minggu di 1,14325 dolar AS. Mata uang tunggal terakhir di 1,15000 dolar AS, naik 0,08 persen. Euro juga turun 0,1 persen menjadi 129,980 yen.

Sementara itu yuan China stabil di dekat terendah tujuh minggu terhadap greenback, karena tekanan likuiditas di pasar yuan luar negeri di Hong Kong membantu menstabilkan sentimen.

Yuan China di luar negeri turun menjadi 6,9350 yuan per dolar AS, sebelum terkoreksi ke 6,9158, yang sedikit berubah pada hari itu. 

Pada akhir pekan, bank sentral China memotong persyaratan cadangan bank dalam upaya untuk menambah lebih banyak likuiditas ke dalam sistem perbankannya, karena pembuat kebijakan khawatir tentang dampak ekonomi dari sengketa perdagangan panas dengan Amerika Serikat.

Perdebatan antara Washington dan Beijing tentang perdagangan dan target utang besar yang diusulkan Italia telah memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, memicu permintaan terhadap mata uang safe haven dolar AS.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (9/10) mengurangi perkiraan pertumbuhan global untuk 2018 dan 2019 menjadi 3,7 persen dari 3,9 persen untuk kedua tahun tersebut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Kurs dolar AS turun dari tertinggi tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), akibat penurunan imbal hasil obligasi AS dan sterling naik menyusul laporan yang menghidupkan kembali harapan bahwa Inggris dan Uni Eropa berada di tepi kesepakatan Brexit.

Para investor membuang obligasi AS pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa inflasi domestik mungkin meningkat, mendorong Federal Reserve AS (The Fed) untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya.

Pada Selasa (9/10), imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang dijadikan sebagai acuan, naik ke tertinggi tujuh tahun di 3,261 persen sebelum mundur kembali menjadi 3,2101 persen karena harga ekuitas yang lebih lemah dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Indeks yang melacak dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,651 setelah mencapai tertinggi tujuh minggu di 96,155.

Euro dibantu oleh laporan Dow Jones bahwa kesepakatan tentang persyaratan bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi dapat dicapai secepatnya Senin (15/10). Mata uang tunggal telah melemah sebelumnya karena kekhawatiran tentang ketegangan antara UE dan Italia atas anggaran negara itu.

"Itu membalikkan segalanya. Ini mengobati luka terbuka dari negosiasi anggaran Italia," kata Direktur Pelaksana Strategi Valas di BK Asset Management di New York, Boris Schlossberg seperti dikutip Antara dari Reuters. 

Ia mengungkapkan hal itu dalam laporan tentang Dow Jones terkait kesepakatan Brexit pada Senin (15/10).

Dow Jones, mengutip para diplomat yang tidak diindentifikasi, mengatakan kedua pihak telah mempersempit perbedaan mereka sekitar perbatasan Irlandia, tetapi beberapa masalah belum dipecahkan.

Sterling membalikkan penurunan sebelumnya menjadi naik ke 1,3147 dolar AS, menguat 0,41 persen. Terhadap euro, naik 0,36 persen menjadi 87,45 pence per euro.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria melontarkan nada tegas tentang rencana anggarannya yang kontroversial di parlemen Roma. Patokan imbal hasil obligasi pemerintah Italia bertenor 10-tahun naik menuju tertinggi 4,5 ahun.

Euro jatuh ke level terendah tujuh minggu di 1,14325 dolar AS. Mata uang tunggal terakhir di 1,15000 dolar AS, naik 0,08 persen. Euro juga turun 0,1 persen menjadi 129,980 yen.

Sementara itu yuan China stabil di dekat terendah tujuh minggu terhadap greenback, karena tekanan likuiditas di pasar yuan luar negeri di Hong Kong membantu menstabilkan sentimen.

Yuan China di luar negeri turun menjadi 6,9350 yuan per dolar AS, sebelum terkoreksi ke 6,9158, yang sedikit berubah pada hari itu. 

Pada akhir pekan, bank sentral China memotong persyaratan cadangan bank dalam upaya untuk menambah lebih banyak likuiditas ke dalam sistem perbankannya, karena pembuat kebijakan khawatir tentang dampak ekonomi dari sengketa perdagangan panas dengan Amerika Serikat.

Perdebatan antara Washington dan Beijing tentang perdagangan dan target utang besar yang diusulkan Italia telah memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, memicu permintaan terhadap mata uang safe haven dolar AS.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (9/10) mengurangi perkiraan pertumbuhan global untuk 2018 dan 2019 menjadi 3,7 persen dari 3,9 persen untuk kedua tahun tersebut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com