Selasa, 18 Desember 2018 | 01:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Ternyata ini persiapan Presiden Jokowi belajar bahasa isyarat. Teman-teman Tuli merinding

Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:53 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2Ogoxmr
Sumber foto: https://bit.ly/2Ogoxmr

Elshinta.com - Publik secara luas telah mengetahui bagaimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan bahasa isyarat dalam sambutan pembukaan Asian Para Games 2018. Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana Presiden mempersiapkan diri berlatih menggunakan bahasa yang biasa ditujukan untuk teman-teman disabilitas pendengaran khususnya Komunitas Tuli.

Seorang aktivis Tuli, Surya Sahetapy adalah sosok di belakang penampilan Presiden Jokowi dalam menggunakan bahasa isyarat tersebut, yang ditunjuk untuk melatih Presiden. 

Sebagai seorang aktivis, Surya juga rajin menyosialisasikan penggunaan kata Tuli. Menurutnya, teman-teman di komunitas Tuli sendiri lebih menyukai hal tersebut.

"Di antara mereka lebih suka disebut Tuli daripada tunarungu," kata Surya, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setneg, Rabu (10/10). 

Surya mengatakan, sebelumnya Presiden Jokowi telah belajar melalui video yang ia kirimkan, namun pada akhirnya Presiden memutuskan untuk bertemu langsung dengannya. Bahkan, Surya pun diminta mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi.

Berlatih berulang kali sejak pagi hari, bahkan dalam perjalanannya menuju Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden Jokowi pun sukses mempraktekkan penggunaan bahasa isyarat dalam sambutannya pada pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK Jakarta, pada Sabtu (6/10) malam. 

Kepada Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Surya pun menyampaikan respons teman-teman Tuli yang merasa terharu melihat Presiden menggunakan bahasa isyarat. Bagi mereka hal ini menunjukkan bahwa bahasa isyarat semakin diterima oleh masyarakat luas.

"Teman-teman Tuli pada terharu dan merinding menyaksikan Presiden menggunakan bahasa isyarat. Rasanya Bapak Presiden mengeluarkan kami dari tempat yang tersiksa karena bahasa isyarat dianggap aneh sebelumnya dan akhirnya diakui masyarakat secara umum. Alhamdulillah!" kata Surya, seperti dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Pers, Protokol dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Publik secara luas telah mengetahui bagaimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan bahasa isyarat dalam sambutan pembukaan Asian Para Games 2018. Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana Presiden mempersiapkan diri berlatih menggunakan bahasa yang biasa ditujukan untuk teman-teman disabilitas pendengaran khususnya Komunitas Tuli.

Seorang aktivis Tuli, Surya Sahetapy adalah sosok di belakang penampilan Presiden Jokowi dalam menggunakan bahasa isyarat tersebut, yang ditunjuk untuk melatih Presiden. 

Sebagai seorang aktivis, Surya juga rajin menyosialisasikan penggunaan kata Tuli. Menurutnya, teman-teman di komunitas Tuli sendiri lebih menyukai hal tersebut.

"Di antara mereka lebih suka disebut Tuli daripada tunarungu," kata Surya, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setneg, Rabu (10/10). 

Surya mengatakan, sebelumnya Presiden Jokowi telah belajar melalui video yang ia kirimkan, namun pada akhirnya Presiden memutuskan untuk bertemu langsung dengannya. Bahkan, Surya pun diminta mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi.

Berlatih berulang kali sejak pagi hari, bahkan dalam perjalanannya menuju Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden Jokowi pun sukses mempraktekkan penggunaan bahasa isyarat dalam sambutannya pada pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK Jakarta, pada Sabtu (6/10) malam. 

Kepada Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Surya pun menyampaikan respons teman-teman Tuli yang merasa terharu melihat Presiden menggunakan bahasa isyarat. Bagi mereka hal ini menunjukkan bahwa bahasa isyarat semakin diterima oleh masyarakat luas.

"Teman-teman Tuli pada terharu dan merinding menyaksikan Presiden menggunakan bahasa isyarat. Rasanya Bapak Presiden mengeluarkan kami dari tempat yang tersiksa karena bahasa isyarat dianggap aneh sebelumnya dan akhirnya diakui masyarakat secara umum. Alhamdulillah!" kata Surya, seperti dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Pers, Protokol dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com