Rabu, 12 Desember 2018 | 04:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Hadir ke Polda Metro Jaya, Amien sampaikan tiga poin ini

Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:17 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). Sumber foto: https://bit.ly/2pMJtCZ
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). Sumber foto: https://bit.ly/2pMJtCZ

Elshinta.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyampaikan tiga poin penting yang mengganggu dirinya dalam pemanggilannya sebagai saksi atas tersangka kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Berdasarkan laporan Reporter Elshinta Paramayuda Adikara, Amien Rais yang datang bersama 500 massa dan simpatisan Persaudaraan Alumni (PA) 212 ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10) menyampaikan adanya kejanggalan pemanggilan dirinya sebagai saksi.

Hal tersebut, menurut dia, karena menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dirinya menjadi saksi akibat keterangan Ratna Sarumpaet. Padahal, Ratna ditangkap pada 4 Oktober 2018, sementara surat pemanggilan pertama atas dirinya sudah diterima sejak 2 Oktober lalu.

"Ini surat panggilan untuk saya tertanggal 2 Oktober padahal Ratna Sarumpaet baru ditangkap tanggal 4 Oktober, ini sangat janggal bagi saya," ujar Amien di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10).

Kedua, ujar dia, ada permasalahan penulisan nama dirinya pada surat pemanggilan, baik yang pertama maupun kedua. Sebab, di surat pemanggilannya tidak sesuai nama Amien Rais, yang ditulis `Amin Rais`, padahal nama aslinya ialah `Muhammad Amien Rais`.

Ketiga, Amien juga meminta Jenderal Pol Tito Karnavian turun dari jabatannya sebagai Kapolri. Meski demikian, Amien tidak menjelaskan secara rinci mengapa dirinya mengatakan hal tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyampaikan tiga poin penting yang mengganggu dirinya dalam pemanggilannya sebagai saksi atas tersangka kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Berdasarkan laporan Reporter Elshinta Paramayuda Adikara, Amien Rais yang datang bersama 500 massa dan simpatisan Persaudaraan Alumni (PA) 212 ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10) menyampaikan adanya kejanggalan pemanggilan dirinya sebagai saksi.

Hal tersebut, menurut dia, karena menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dirinya menjadi saksi akibat keterangan Ratna Sarumpaet. Padahal, Ratna ditangkap pada 4 Oktober 2018, sementara surat pemanggilan pertama atas dirinya sudah diterima sejak 2 Oktober lalu.

"Ini surat panggilan untuk saya tertanggal 2 Oktober padahal Ratna Sarumpaet baru ditangkap tanggal 4 Oktober, ini sangat janggal bagi saya," ujar Amien di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10).

Kedua, ujar dia, ada permasalahan penulisan nama dirinya pada surat pemanggilan, baik yang pertama maupun kedua. Sebab, di surat pemanggilannya tidak sesuai nama Amien Rais, yang ditulis `Amin Rais`, padahal nama aslinya ialah `Muhammad Amien Rais`.

Ketiga, Amien juga meminta Jenderal Pol Tito Karnavian turun dari jabatannya sebagai Kapolri. Meski demikian, Amien tidak menjelaskan secara rinci mengapa dirinya mengatakan hal tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
o muhamad amin to klo di panggi amenrais ora cocok oooo
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com