Rabu, 12 Desember 2018 | 04:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Usai salat dzuhur, aksi kawal Amien Rais berlanjut

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:05 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Situasi di depan Mapolda Metro Jaya Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, masih berlangsung aksi bela Amien Rais yang diperiksa terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta
Situasi di depan Mapolda Metro Jaya Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, masih berlangsung aksi bela Amien Rais yang diperiksa terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta

Elshinta.com - Setelah istirahat untuk salat dzuhur, aliansi organisasi Islam kembali melanjutkan aksi di depan Mapolda Metro Jaya untuk mendukung politisi PAN Amien Rais yang diperiksa Polda Metro Jaya.

Reporter Elshinta, Ragil Lestari, Rabu (10/10) melaporkan, dengan cuaca terik mereka bertahan di depan Mapolda Jalan Sudirman yang sejak pagi tadi ditutup untuk lokasi orasi. Mereka bertahan untuk menunggu kepulangan Amien Rais yang diperiksa menjadi saksi untuk tersangka aktivis Ratna Sarumpaet terkait kasus hoaks.

Orasi demi orasi dengan nada tinggi dan pernyataan keras dilakukan para pendukung dari berbagai elemen yang hadir. Mereka lebih banyak menyoroti tindakan polisi yang menilai salah menjadikan Amien Rais saksi kebohongan Ratna Sarumpaet.

Para perempuan yang mengatasnamakan dirinya emak-emak juga diberi kesempatan orasi menyikapi perkembangan terkini termasuk menyoroti nilai tukar rupiah yang melemah dan persoalan ekonomi lainnya.

Dari pantauan Elshinta dilapangan, massa yang hadir memang tidak terlalu banyak, hanya yang menyita perhatian adalah dua mobil komando dengan speker banyak dan terdengar keras. Tapi peserta aksi mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak lagi jika Amien Rais tidak pulang. Karena mereka menyakini Amien Rais tidak bersalah, tidak terlibat kebohongan Ratna Sarumpaet. Amin dinilai menjadi korban kebohongan dan seharusnya tidak diperiksa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Setelah istirahat untuk salat dzuhur, aliansi organisasi Islam kembali melanjutkan aksi di depan Mapolda Metro Jaya untuk mendukung politisi PAN Amien Rais yang diperiksa Polda Metro Jaya.

Reporter Elshinta, Ragil Lestari, Rabu (10/10) melaporkan, dengan cuaca terik mereka bertahan di depan Mapolda Jalan Sudirman yang sejak pagi tadi ditutup untuk lokasi orasi. Mereka bertahan untuk menunggu kepulangan Amien Rais yang diperiksa menjadi saksi untuk tersangka aktivis Ratna Sarumpaet terkait kasus hoaks.

Orasi demi orasi dengan nada tinggi dan pernyataan keras dilakukan para pendukung dari berbagai elemen yang hadir. Mereka lebih banyak menyoroti tindakan polisi yang menilai salah menjadikan Amien Rais saksi kebohongan Ratna Sarumpaet.

Para perempuan yang mengatasnamakan dirinya emak-emak juga diberi kesempatan orasi menyikapi perkembangan terkini termasuk menyoroti nilai tukar rupiah yang melemah dan persoalan ekonomi lainnya.

Dari pantauan Elshinta dilapangan, massa yang hadir memang tidak terlalu banyak, hanya yang menyita perhatian adalah dua mobil komando dengan speker banyak dan terdengar keras. Tapi peserta aksi mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak lagi jika Amien Rais tidak pulang. Karena mereka menyakini Amien Rais tidak bersalah, tidak terlibat kebohongan Ratna Sarumpaet. Amin dinilai menjadi korban kebohongan dan seharusnya tidak diperiksa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com