Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Usai salat dzuhur, aksi kawal Amien Rais berlanjut

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:05 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Situasi di depan Mapolda Metro Jaya Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, masih berlangsung aksi bela Amien Rais yang diperiksa terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta
Situasi di depan Mapolda Metro Jaya Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, masih berlangsung aksi bela Amien Rais yang diperiksa terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta

Elshinta.com - Setelah istirahat untuk salat dzuhur, aliansi organisasi Islam kembali melanjutkan aksi di depan Mapolda Metro Jaya untuk mendukung politisi PAN Amien Rais yang diperiksa Polda Metro Jaya.

Reporter Elshinta, Ragil Lestari, Rabu (10/10) melaporkan, dengan cuaca terik mereka bertahan di depan Mapolda Jalan Sudirman yang sejak pagi tadi ditutup untuk lokasi orasi. Mereka bertahan untuk menunggu kepulangan Amien Rais yang diperiksa menjadi saksi untuk tersangka aktivis Ratna Sarumpaet terkait kasus hoaks.

Orasi demi orasi dengan nada tinggi dan pernyataan keras dilakukan para pendukung dari berbagai elemen yang hadir. Mereka lebih banyak menyoroti tindakan polisi yang menilai salah menjadikan Amien Rais saksi kebohongan Ratna Sarumpaet.

Para perempuan yang mengatasnamakan dirinya emak-emak juga diberi kesempatan orasi menyikapi perkembangan terkini termasuk menyoroti nilai tukar rupiah yang melemah dan persoalan ekonomi lainnya.

Dari pantauan Elshinta dilapangan, massa yang hadir memang tidak terlalu banyak, hanya yang menyita perhatian adalah dua mobil komando dengan speker banyak dan terdengar keras. Tapi peserta aksi mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak lagi jika Amien Rais tidak pulang. Karena mereka menyakini Amien Rais tidak bersalah, tidak terlibat kebohongan Ratna Sarumpaet. Amin dinilai menjadi korban kebohongan dan seharusnya tidak diperiksa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Setelah istirahat untuk salat dzuhur, aliansi organisasi Islam kembali melanjutkan aksi di depan Mapolda Metro Jaya untuk mendukung politisi PAN Amien Rais yang diperiksa Polda Metro Jaya.

Reporter Elshinta, Ragil Lestari, Rabu (10/10) melaporkan, dengan cuaca terik mereka bertahan di depan Mapolda Jalan Sudirman yang sejak pagi tadi ditutup untuk lokasi orasi. Mereka bertahan untuk menunggu kepulangan Amien Rais yang diperiksa menjadi saksi untuk tersangka aktivis Ratna Sarumpaet terkait kasus hoaks.

Orasi demi orasi dengan nada tinggi dan pernyataan keras dilakukan para pendukung dari berbagai elemen yang hadir. Mereka lebih banyak menyoroti tindakan polisi yang menilai salah menjadikan Amien Rais saksi kebohongan Ratna Sarumpaet.

Para perempuan yang mengatasnamakan dirinya emak-emak juga diberi kesempatan orasi menyikapi perkembangan terkini termasuk menyoroti nilai tukar rupiah yang melemah dan persoalan ekonomi lainnya.

Dari pantauan Elshinta dilapangan, massa yang hadir memang tidak terlalu banyak, hanya yang menyita perhatian adalah dua mobil komando dengan speker banyak dan terdengar keras. Tapi peserta aksi mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak lagi jika Amien Rais tidak pulang. Karena mereka menyakini Amien Rais tidak bersalah, tidak terlibat kebohongan Ratna Sarumpaet. Amin dinilai menjadi korban kebohongan dan seharusnya tidak diperiksa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com