Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

PMI akan bangun Camp instalasi pengolahan air bersih di lokasi gempa dan tsunami Sulteng

Rabu, 10 Oktober 2018 - 15:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: PMI
Sumber foto: PMI

Elshinta.com - Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun Camp instalasi pengolahan air bersih dengan mengirimkan peralatan penjernih Air (Water Treatment Plant) untuk memproduksi dan memenuhi ketersedian layanan air bersih yang akan diperuntukan untuk distribusi air bersih kesejumlah titik pengungsian di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Koordinator Water, Sanitation and Hygiene (WASH) PMI Provinsi Sulteng, Narto Ervan Sepatondu mengatakan, Saat ini Tim PMI yang memiliki spesialisasi WASH sudah melakukan assesment dan pengambilan sempel air untuk uji kualitas sumber airnya dibeberapa titik lokasi yang nantinya akan dijadikan Camp instalasi pengolahan air PMI.

"Rencananya ke depan PMI akan bangun dua Camp instalasi air bersih salahsatunya di Desa kawatuna kecamatan mantikulore, kota palu," ungkap Narto seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan dan terpenuhinya ketersedian Layanan air bersih untuk para pengungsi yang terdampak Gempa tsunami dibeberapa titik lokasi pengungsian.

“Saat ini kita sudah dapat dukungan dua unit alat penjernih air bersih jenis OX EI2P dengan Kekuatan produksi air bersih alat ini terhitung besar, berkapasitas produksi air menghasilkan 5.000 liter/jam," tambah narto.

Alat tersebut dikirim dari dari gudang regional PMI di Makassar, dan kemungkinan akan ditambah lagi untuk kebutuhan produksi air di daerah lainnya seperti titik lokasi produksi di kabupaten Donggala.

Diakui Narto, dalam keadaan darurat, kebutuhan akan air tentu saja sangat mendesak untuk keperluan air minum ataupun air bersih lainnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut haruslah dilakukan dengan cepat. Meskipun dengan penanganan cepat, ketersediaan air harus dilihat juga kualitasnya, jangan sampai air yang dikonsumsi menimbulkan masalah baru seperti penyakit.

Sebelumnya, PMI setiap harinya telah melakukan distribusi air bersih dengan mengerahkan 18 unit armada tangki air bersih dengan mengandalkan sumber dari air PDAM setempat. Diharapkan dengan adanya camp instalasi pengolahan air bersih ini pelayanan distribusi air bersih bisa lebih maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak gempa bumi tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Palang Merah Indonesia (PMI) akan membangun Camp instalasi pengolahan air bersih dengan mengirimkan peralatan penjernih Air (Water Treatment Plant) untuk memproduksi dan memenuhi ketersedian layanan air bersih yang akan diperuntukan untuk distribusi air bersih kesejumlah titik pengungsian di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Koordinator Water, Sanitation and Hygiene (WASH) PMI Provinsi Sulteng, Narto Ervan Sepatondu mengatakan, Saat ini Tim PMI yang memiliki spesialisasi WASH sudah melakukan assesment dan pengambilan sempel air untuk uji kualitas sumber airnya dibeberapa titik lokasi yang nantinya akan dijadikan Camp instalasi pengolahan air PMI.

"Rencananya ke depan PMI akan bangun dua Camp instalasi air bersih salahsatunya di Desa kawatuna kecamatan mantikulore, kota palu," ungkap Narto seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan dan terpenuhinya ketersedian Layanan air bersih untuk para pengungsi yang terdampak Gempa tsunami dibeberapa titik lokasi pengungsian.

“Saat ini kita sudah dapat dukungan dua unit alat penjernih air bersih jenis OX EI2P dengan Kekuatan produksi air bersih alat ini terhitung besar, berkapasitas produksi air menghasilkan 5.000 liter/jam," tambah narto.

Alat tersebut dikirim dari dari gudang regional PMI di Makassar, dan kemungkinan akan ditambah lagi untuk kebutuhan produksi air di daerah lainnya seperti titik lokasi produksi di kabupaten Donggala.

Diakui Narto, dalam keadaan darurat, kebutuhan akan air tentu saja sangat mendesak untuk keperluan air minum ataupun air bersih lainnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut haruslah dilakukan dengan cepat. Meskipun dengan penanganan cepat, ketersediaan air harus dilihat juga kualitasnya, jangan sampai air yang dikonsumsi menimbulkan masalah baru seperti penyakit.

Sebelumnya, PMI setiap harinya telah melakukan distribusi air bersih dengan mengerahkan 18 unit armada tangki air bersih dengan mengandalkan sumber dari air PDAM setempat. Diharapkan dengan adanya camp instalasi pengolahan air bersih ini pelayanan distribusi air bersih bisa lebih maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak gempa bumi tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com