Rabu, 12 Desember 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BPBD Langkat: 567 kepala keluarga terdampak banjir

Rabu, 10 Oktober 2018 - 15:31 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan masih terdapat 567 kepala keluarga yang terdampak banjir di tiga kecamatan yaitu Stabat, Secanggang, Binjai.

"Itu informasi sementara yang maauk," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Rabu (10/10).

Ia menjelaskan, dampak banjir yang terjadi itu diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi seperti Kecamatan Stabat meliputi Desa Karang Rejo masih merendam rumah dengan korban 98 kepala keluarga, yang meliputi Dusun Serba Guna, Dusun Mekar Sari, Dusun Serba Jadi, Dusun Mulia Bakti.

Untuk Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat yang terendam banjir 352 rumah kmeliputi Dusun Bengkel, Dusun Suka Beno, selain itu ada fasilitas umum seperti Sekolah Dasar (SD), juga ikut terendam banjir. "Di sini ketinggian air masih antara 30 centimeter hingga 80 centimeter," katanya, seperti dikutip Antara.

"Sementara itu di Kecamatan Secanggang terdapat 117 kepala keluarga yang terdampak banjir termasuk juga sekolah dasar (SD), bangunan masjid serta areal persawahan seluas 105 hektare," ujarnya.

Untuk sementara ini di Kecamatan Binjai, air mulai surut di beberapa tempat yang sebelumnya merendam pemukiman warga di sana.

Camat Secanggang Sopian Tarigan yang dihubungi menjelaskan terdapat tambahan rumah warga yang terendam banjir yaitu di Dusun Kampung Melayu sebanyak 35 rumah dengan ketinggian air antara 40-60 centimeter.

Selain itu juga Desa Perkotaan terdiri dari Dusun I dan Dusun II sekitar 70 rumah yang tergenang air serta di Desa Karang Gading yang juga terdampak banjir akibat meluapnya sungai Kapal Keruk, di kawasan itu. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan masih terdapat 567 kepala keluarga yang terdampak banjir di tiga kecamatan yaitu Stabat, Secanggang, Binjai.

"Itu informasi sementara yang maauk," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat Irwan Sahri, di Stabat, Rabu (10/10).

Ia menjelaskan, dampak banjir yang terjadi itu diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi seperti Kecamatan Stabat meliputi Desa Karang Rejo masih merendam rumah dengan korban 98 kepala keluarga, yang meliputi Dusun Serba Guna, Dusun Mekar Sari, Dusun Serba Jadi, Dusun Mulia Bakti.

Untuk Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat yang terendam banjir 352 rumah kmeliputi Dusun Bengkel, Dusun Suka Beno, selain itu ada fasilitas umum seperti Sekolah Dasar (SD), juga ikut terendam banjir. "Di sini ketinggian air masih antara 30 centimeter hingga 80 centimeter," katanya, seperti dikutip Antara.

"Sementara itu di Kecamatan Secanggang terdapat 117 kepala keluarga yang terdampak banjir termasuk juga sekolah dasar (SD), bangunan masjid serta areal persawahan seluas 105 hektare," ujarnya.

Untuk sementara ini di Kecamatan Binjai, air mulai surut di beberapa tempat yang sebelumnya merendam pemukiman warga di sana.

Camat Secanggang Sopian Tarigan yang dihubungi menjelaskan terdapat tambahan rumah warga yang terendam banjir yaitu di Dusun Kampung Melayu sebanyak 35 rumah dengan ketinggian air antara 40-60 centimeter.

Selain itu juga Desa Perkotaan terdiri dari Dusun I dan Dusun II sekitar 70 rumah yang tergenang air serta di Desa Karang Gading yang juga terdampak banjir akibat meluapnya sungai Kapal Keruk, di kawasan itu. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com