Presiden minta LDII tak terjebak kabar bohong
Elshinta
Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:13 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Presiden minta LDII tak terjebak kabar bohong
Presiden Joko Widodo saat bersilaturahim dengan pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Indonesia dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 LDII di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11/2016). Sumber Foto: https://bit.ly/2Oed5b0

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meminta agar anggota dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak terjebak kabar-kabar bohong yang beredar menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Selalu saya sampaikan, hati-hati kalau masuk tahun politik, banyak kabar bohong, hoaks, fitnah saling mencela, berbohong ini bukan tata krama Indonesia, bukan nilai-nilai Islam yang kita miliki, jangan terjebak politik praktis yang membuat kita terpecah-pecah," kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (10/10).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2018.

"Pilpres silakan pilihan A, B, dipilih tapi lihat programnya apa, lihat prestasi apa, rekam jejaknya seperti apa, idenya seperti apa rekam jejaknya seperti apa. Jangan isu-isu sedikit terutama di medsos langsung kita makan, bahaya sekali. Tema rakrenas LDII hari ini yaitu "LDII untuk bangsa" betul, benar," ungkap Presiden.

Ia mencontohkan salah satu kabar bohong yang beredar jelang pilpres adalah bahwa Presiden adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Coba dilihat di medsos Presiden Jokowi PKI, sudah 4 tahun diulang-ulang terus tapi yang saya heran ada yang percaya. Saya sampaikan PKI dibubarkan tahun 1966, saya lahir tahun 1961, apa ada aktiviis PKI balita? Ganti lagi bukan Pak Jokowi tapi bapak ibunya, lalu kakek neneknya," tambah Presiden.

Padahal menurut Presiden saat ini sangat mudah untuk mengecek kebenaran itu. "Masjid LDII di dekat rumah saya ada, gede sekali tapi belum selesai, tanya saja di situ. Saudara-saudara saya di LDII juga banyak, orang tua, kakek, nenek saya, keluarga besar saya itu muslim, tanya saja PKI yang mana," tegas Presiden, seperti dikutip Antara.

Presiden lalu bercerita pernah berkunjung ke salah satu pondok pesantren, dan pimpinan ponpes itu juga bertanya mengenai keterlibatannya di dalam PKI. "Selesai acara, pimpinan pondok, Pak kyai bisik-bisik ke saya, 'Pak Presiden, saya ingin bicara empat mata, saya sudah mikir ini pasti urusan PKI, benar begitu masuk kamar, saya jelaskan, 'Pak kyai apa ada PKI balita?' kaget pak Kyai, inilah perkembangan teknologi harus disikapi dengan kearifian dan kebijakan kita," tambah Presiden.

Tidak lupa Presiden memuji penggunakan  energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren LDII. "Saya tadi disampaikan penggunaan energi terbarukan di pondok di Kediri, cepat banget. Energi 'mikrohidro' juga diterapkan. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan," tegas Presiden.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sofyan Edi: Melalui tandatangan berbasis digital pelayanan publik lebih cepat dan mudah
Selasa, 25 Juni 2019 - 22:02 WIB
Elshinta.com - Di era teknologi informasi yang mengglobal saat ini, masyarakat dihadapkan ...
Bea Cukai Bojonegoro musnahkan ratusan ribu batang rokok ilegal
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Kantor Bea dan Cukai Bojonegoro memusnahkan barang bukti ratusan ribu batang rok...
Gubernur: Sumut membutuhkan orang-orang terpilih
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:41 WIB
Elshinta.com - Setelah Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Prov...
Bupati Sukoharjo masuk nominasi Satya Lancana Pembangunan
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya masuk sebagai salah satu nominator penerima gel...
KPPU dan Pemprov Sumut gelar FGD Penyiapan Bahan Kebijakan
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:02 WIB
Elshinta.com - Sebagai tindaklanjut kesepakatan bersama antara KPPU dengan Pemerintah Provinsi ...
Pelindo III Regional Kalimantan salurkan Dana Bina Lingkungan tahap I
Selasa, 25 Juni 2019 - 20:55 WIB
Elshinta.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Regional Kalimantan, melakukan Penyaluran&n...
Beri motivasi, Kapolres Cirebon anjangsana ke anggota yang sakit
Selasa, 25 Juni 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com - Kapolres Cirebon, Jawa Barat AKBP Suhermanto bersama Waka Polres Kompol Ricardo ...
PPIH Embarkasi Padang diminta beri pelayanan terbaik bagi calhaj
Selasa, 25 Juni 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumba...
PPIH Embarkasi Medan diharapkan bekerja ikhlas
Selasa, 25 Juni 2019 - 20:22 WIB
Elshinta.com - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Direktur Pembinaan Haji, Ditjen PHU Jemi...
Sudin Parbud tarik wisatawan Tiongkok ke Kepulauan Seribu
Selasa, 25 Juni 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kepulauan Seribu, DKI Jakart...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 187
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once