Senin, 22 Oktober 2018 | 22:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden minta LDII tak terjebak kabar bohong

Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:13 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Joko Widodo saat bersilaturahim dengan pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Indonesia dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 LDII di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11/2016). Sumber Foto: https://bit.ly/2Oed5b0
Presiden Joko Widodo saat bersilaturahim dengan pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Indonesia dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 LDII di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11/2016). Sumber Foto: https://bit.ly/2Oed5b0

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meminta agar anggota dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak terjebak kabar-kabar bohong yang beredar menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Selalu saya sampaikan, hati-hati kalau masuk tahun politik, banyak kabar bohong, hoaks, fitnah saling mencela, berbohong ini bukan tata krama Indonesia, bukan nilai-nilai Islam yang kita miliki, jangan terjebak politik praktis yang membuat kita terpecah-pecah," kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (10/10).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2018.

"Pilpres silakan pilihan A, B, dipilih tapi lihat programnya apa, lihat prestasi apa, rekam jejaknya seperti apa, idenya seperti apa rekam jejaknya seperti apa. Jangan isu-isu sedikit terutama di medsos langsung kita makan, bahaya sekali. Tema rakrenas LDII hari ini yaitu "LDII untuk bangsa" betul, benar," ungkap Presiden.

Ia mencontohkan salah satu kabar bohong yang beredar jelang pilpres adalah bahwa Presiden adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Coba dilihat di medsos Presiden Jokowi PKI, sudah 4 tahun diulang-ulang terus tapi yang saya heran ada yang percaya. Saya sampaikan PKI dibubarkan tahun 1966, saya lahir tahun 1961, apa ada aktiviis PKI balita? Ganti lagi bukan Pak Jokowi tapi bapak ibunya, lalu kakek neneknya," tambah Presiden.

Padahal menurut Presiden saat ini sangat mudah untuk mengecek kebenaran itu. "Masjid LDII di dekat rumah saya ada, gede sekali tapi belum selesai, tanya saja di situ. Saudara-saudara saya di LDII juga banyak, orang tua, kakek, nenek saya, keluarga besar saya itu muslim, tanya saja PKI yang mana," tegas Presiden, seperti dikutip Antara.

Presiden lalu bercerita pernah berkunjung ke salah satu pondok pesantren, dan pimpinan ponpes itu juga bertanya mengenai keterlibatannya di dalam PKI. "Selesai acara, pimpinan pondok, Pak kyai bisik-bisik ke saya, 'Pak Presiden, saya ingin bicara empat mata, saya sudah mikir ini pasti urusan PKI, benar begitu masuk kamar, saya jelaskan, 'Pak kyai apa ada PKI balita?' kaget pak Kyai, inilah perkembangan teknologi harus disikapi dengan kearifian dan kebijakan kita," tambah Presiden.

Tidak lupa Presiden memuji penggunakan  energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren LDII. "Saya tadi disampaikan penggunaan energi terbarukan di pondok di Kediri, cepat banget. Energi 'mikrohidro' juga diterapkan. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan," tegas Presiden.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meminta agar anggota dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak terjebak kabar-kabar bohong yang beredar menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Selalu saya sampaikan, hati-hati kalau masuk tahun politik, banyak kabar bohong, hoaks, fitnah saling mencela, berbohong ini bukan tata krama Indonesia, bukan nilai-nilai Islam yang kita miliki, jangan terjebak politik praktis yang membuat kita terpecah-pecah," kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (10/10).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2018.

"Pilpres silakan pilihan A, B, dipilih tapi lihat programnya apa, lihat prestasi apa, rekam jejaknya seperti apa, idenya seperti apa rekam jejaknya seperti apa. Jangan isu-isu sedikit terutama di medsos langsung kita makan, bahaya sekali. Tema rakrenas LDII hari ini yaitu "LDII untuk bangsa" betul, benar," ungkap Presiden.

Ia mencontohkan salah satu kabar bohong yang beredar jelang pilpres adalah bahwa Presiden adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Coba dilihat di medsos Presiden Jokowi PKI, sudah 4 tahun diulang-ulang terus tapi yang saya heran ada yang percaya. Saya sampaikan PKI dibubarkan tahun 1966, saya lahir tahun 1961, apa ada aktiviis PKI balita? Ganti lagi bukan Pak Jokowi tapi bapak ibunya, lalu kakek neneknya," tambah Presiden.

Padahal menurut Presiden saat ini sangat mudah untuk mengecek kebenaran itu. "Masjid LDII di dekat rumah saya ada, gede sekali tapi belum selesai, tanya saja di situ. Saudara-saudara saya di LDII juga banyak, orang tua, kakek, nenek saya, keluarga besar saya itu muslim, tanya saja PKI yang mana," tegas Presiden, seperti dikutip Antara.

Presiden lalu bercerita pernah berkunjung ke salah satu pondok pesantren, dan pimpinan ponpes itu juga bertanya mengenai keterlibatannya di dalam PKI. "Selesai acara, pimpinan pondok, Pak kyai bisik-bisik ke saya, 'Pak Presiden, saya ingin bicara empat mata, saya sudah mikir ini pasti urusan PKI, benar begitu masuk kamar, saya jelaskan, 'Pak kyai apa ada PKI balita?' kaget pak Kyai, inilah perkembangan teknologi harus disikapi dengan kearifian dan kebijakan kita," tambah Presiden.

Tidak lupa Presiden memuji penggunakan  energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren LDII. "Saya tadi disampaikan penggunaan energi terbarukan di pondok di Kediri, cepat banget. Energi 'mikrohidro' juga diterapkan. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan," tegas Presiden.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com