Rabu, 12 Desember 2018 | 06:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polisi periksa psikologi tersangka kasus `swinger`

Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:56 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2ye4sDa
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ye4sDa

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa kondisi psikologi dari Eko, tersangka kasus pertukaran pasangan atau "swinger" yang melibatkan beberapa pasangan di Surabaya.

"Kami hari ini mendatang psikiater guna memeriksa psikologis tersangka. Sebab kasus seperti ini termasuk yang tidak biasa di Jatim," kata Kasubdit Renakta IV Ditreskrimum AKBP Festo Ari Permana di Mapolda Jatim Surabaya, Rabu (10/10).

Festo menuturkan, tersangka Eko tertarik melakukan "swinger" setelah mengikuti sebuah akun Twitter yang melakukan perdagangan manusia secara daring. "Awalnya melihat-lihat di akun Twitter ada BO (booking order). Dia melihat ada pasutri lalu mengubah akun pribadinya jadi @pasutri94," ujarnya.

Setelah itu, Eko mengambil gambar-gambar porno dari internet dan Twitter kemudian mengunggahnya seolah-olah foto itu adalah asli miliknya. Dia juga memasang tarif berkisar Rp750 ribu-Rp1 juta, seperti dikutip Antara.

Eko kemudian menawarkan kepada istrinya, DW apakah mau melakukan atau tidak setelah tarif sudah disepakati.

Selain itu sebelum bertemu untuk menggelar pesta seks, Eko mewajibkan pelanggannya mengirim foto. Mulai dari foto wajah sampai foto alat vital. "Setelah cocok, kemudian menentukan tempat pesta seks. Awalnya dia yang menentukan, tapi `customer` juga kadang minta di rumah mereka," katanya.

Festo menduga salah satu faktor dia melakukan "swinger" karena dia anak tunggal dan pengangguran yang kebutuhan sehari-harinya dicukupi orang tuanya yang hanya bekerja serabutan. "Untuk pelanggan syarat usianya 22-35 tahun. Latar belakangnya ada yang swasta, ada yang orang BUMN, wiraswasta. Juga harus suami-istri yang sah. Mereka selalu pakai kondom," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa kondisi psikologi dari Eko, tersangka kasus pertukaran pasangan atau "swinger" yang melibatkan beberapa pasangan di Surabaya.

"Kami hari ini mendatang psikiater guna memeriksa psikologis tersangka. Sebab kasus seperti ini termasuk yang tidak biasa di Jatim," kata Kasubdit Renakta IV Ditreskrimum AKBP Festo Ari Permana di Mapolda Jatim Surabaya, Rabu (10/10).

Festo menuturkan, tersangka Eko tertarik melakukan "swinger" setelah mengikuti sebuah akun Twitter yang melakukan perdagangan manusia secara daring. "Awalnya melihat-lihat di akun Twitter ada BO (booking order). Dia melihat ada pasutri lalu mengubah akun pribadinya jadi @pasutri94," ujarnya.

Setelah itu, Eko mengambil gambar-gambar porno dari internet dan Twitter kemudian mengunggahnya seolah-olah foto itu adalah asli miliknya. Dia juga memasang tarif berkisar Rp750 ribu-Rp1 juta, seperti dikutip Antara.

Eko kemudian menawarkan kepada istrinya, DW apakah mau melakukan atau tidak setelah tarif sudah disepakati.

Selain itu sebelum bertemu untuk menggelar pesta seks, Eko mewajibkan pelanggannya mengirim foto. Mulai dari foto wajah sampai foto alat vital. "Setelah cocok, kemudian menentukan tempat pesta seks. Awalnya dia yang menentukan, tapi `customer` juga kadang minta di rumah mereka," katanya.

Festo menduga salah satu faktor dia melakukan "swinger" karena dia anak tunggal dan pengangguran yang kebutuhan sehari-harinya dicukupi orang tuanya yang hanya bekerja serabutan. "Untuk pelanggan syarat usianya 22-35 tahun. Latar belakangnya ada yang swasta, ada yang orang BUMN, wiraswasta. Juga harus suami-istri yang sah. Mereka selalu pakai kondom," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com