Selasa, 18 Desember 2018 | 01:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

58 desa di Bojonegoro alami krisis air bersih

Rabu, 10 Oktober 2018 - 19:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Andik Setyobudi/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Andik Setyobudi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Desa terdampak kemarau makin meluas, tercatat 58 desa di 16 kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sampai bulan ini terus mengalami krisis air, sehingga mendapat droping air bersih dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

"Pemkab Bojonegoro terus mengirimkan air bersih ke daerah kekeringan sesuai permintaan masing-masing pemdes,terutama dari 58 desa 16 kecamatan yang mengalami krisis air pada kemarau ini," jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia kepada Kontributor Elshinta, Andik Setyobudi.

16 kecamatan yang mendapat dropping air bersih diantaranya Kecamatan Temayang, Sukosewu Sumberrejo, Kepohbaru Ngasem, Dander, Kasiman, Sugihwaras Kedungadem dan sejumlah kecamatan lainnya. Pengiriman air bersih dilakukan, karena warga di 58 desa sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti masak dan minum.

"Sumur milik warga di puluhan desa 16 kecamatan sudah banyak yang mengering,demikian pula air sungai sudah tidak bisa di manfaatkan,bahkan warga banyak yang mengambil air di desa lain," tambah Ulfia.

Saat ini droping air dilakukan seminggu satu kali, sebanyak 5.000 liter per desa. Sedangkan pihak BPBD sampai saat ini kesulitan melakukan droping, karena terbatasnya mobil tangki yang hanya enam unit. Untuk desa yang parah akibat dampak kemarau seminggu dikirim air dua kali.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Desa terdampak kemarau makin meluas, tercatat 58 desa di 16 kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sampai bulan ini terus mengalami krisis air, sehingga mendapat droping air bersih dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

"Pemkab Bojonegoro terus mengirimkan air bersih ke daerah kekeringan sesuai permintaan masing-masing pemdes,terutama dari 58 desa 16 kecamatan yang mengalami krisis air pada kemarau ini," jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia kepada Kontributor Elshinta, Andik Setyobudi.

16 kecamatan yang mendapat dropping air bersih diantaranya Kecamatan Temayang, Sukosewu Sumberrejo, Kepohbaru Ngasem, Dander, Kasiman, Sugihwaras Kedungadem dan sejumlah kecamatan lainnya. Pengiriman air bersih dilakukan, karena warga di 58 desa sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti masak dan minum.

"Sumur milik warga di puluhan desa 16 kecamatan sudah banyak yang mengering,demikian pula air sungai sudah tidak bisa di manfaatkan,bahkan warga banyak yang mengambil air di desa lain," tambah Ulfia.

Saat ini droping air dilakukan seminggu satu kali, sebanyak 5.000 liter per desa. Sedangkan pihak BPBD sampai saat ini kesulitan melakukan droping, karena terbatasnya mobil tangki yang hanya enam unit. Untuk desa yang parah akibat dampak kemarau seminggu dikirim air dua kali.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com