Jangan anggap remeh benjolan di payudara
Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:12 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yay8B1

Elshinta.com - Benjolan di payudara belum tentu merupakan kanker, namun Anda tetap perlu memeriksannya lebih lanjut pada dokter untuk memastikan benjolan itu hanya tumor jinak atau justru kanker. 

"Benjolan itu tumor, ada yang ganas dan jinak. Setiap ada benjolan harus waspada sampai dibuktikan itu kanker. Jangan dianggap remeh juga," ujar spesialis obstetri dan ginekologi dari Prodia Women's Health Centre, Dr. Raditya Wratsangka, SpOG (K) di Jakarta, Rabu (10/10).

Benjolan pertanda kanker biasanya terasa lebih keras dan permukaannya tidak rata, tidak bergerak, tidak menimbulkan rasa nyeri dan seringkali tak dapat dilihat namun bisa terasa. 

Dalam kesempatan berbeda, dr Siti Sundari Manopo dari RS Onkologi Surabaya pernah mengatakan, saat menemukan benjolan jangan lekas panik. Ulangi pemeriksaan di hari berikutnya. Jika memang masih ditemukan benjolan, Sundari menyarankan Anda melakukan USG. 

Anda bisa saja menemukan benjolan saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri, oleh ahli kesehatan saat melakukan Sadanis atau bahkan USG. 

"USG disarankan untuk mereka di bawah usia 35 tahun karena jaringan payudara masih padat. Selain itu ada mamografi atau pemeriksaan menggunakan sinar rontgen dan ini efektif pada usia di atas 35 tahun," kata Raditya. 

Kemudian, pada kelompok risiko tinggi misalnya memiliki riwayat keluarga mengalami kanker payudara, mereka harus mendapatkan pemeriksaan secara lebih teliti misalnya dengan MRI payudara setiap tahun mulai usia 30 tahun.  

Sejumlah perilaku semisal kurang mengonsumsi buah dan sayuran, kurang beraktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebihan ditambah paparan sinar ultraviolet, bakteri, virus dan parasit bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena kanker payudara. 

Selain itu, khusus bagi wanita, ada faktor risiko tambahan yakni haid lebih muda atau kurang dari 12 tahun, tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama lebih dari usia 30 tahun, usia menopauase lebih dari usia 55 tahun, pernah mengalami tumor jinak di payudara dan mengalami stres berat, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 04 April 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73, Persit K...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com -Konsultan senior onkologi medis di Park Cancer Centre (PCC), Singapura, Dr Ang Pe...
Senin, 31 Desember 2018 - 08:18 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap peredaran 1...
Sabtu, 22 Desember 2018 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Calon Wakil Presiden Indonesia nomor urut 1 Ma'ruf Amin mengatakan soso...
Sabtu, 22 Desember 2018 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengakui bahwa menjalankan peran sebagai ibu...
Sabtu, 22 Desember 2018 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ...
Minggu, 09 Desember 2018 - 13:14 WIB
Elshinta.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jentera Perempuan Indonesia menilai tren kekera...
Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB
Elshinta.com - Jumlah kasus pengidap HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh didominas...
Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Benjolan di payudara belum tentu merupakan kanker, namun Anda tetap perlu m...
Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:11 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Komisi lX Ayub Khan menyampaikan kedatangannya ke SMK YP 17 ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)