Rabu, 12 Desember 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Terdata 95 kasus HIV/AIDS baru tahun ini

Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2spqUq4
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2spqUq4

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama periode Januari-September 2018 terdapat 95 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru.

Jumlah ODHA dari tahun 2001 hingga 2018 berjumlah 916 orang, namun selama ini hanya sebagian yang rutin memeriksakan diri dan berobat.

Sekretaris KPA Cianjur, Hilman di Cianjur Rabu (10/10) mengatakan pada triwulan kedua atau periode Januari hingga Juni tercatat ada 57 ODHA, namun pada September angkanya sudah mencapai 95 ODHA baru.

"Jadi dalam waktu tiga bulan ada 38 ODHA baru. Kemungkinan hingga akhir tahun akan terus bertambah. Bisa lebih dari 100 ODHA baru yang ditemukan selama 2018," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan temuan akan terus ada setiap tahun sebagai bukti kinerja pencatatan dan pendataan ODHA terus dilakukan.

Dia menargetkan tahun ini pendataan akan mencapai angka maksimal hingga seluruh ODHA di Cianjur tercatat. "Seperti fenomena gunung es, hanya sedikit di permukaan, tapi yang tidak nampak lebih banyak. Makanya kami terus bergerak mencatat dan mendata, supaya data yang tidak nampak bisa diketahui," katanya.

"Mirisnya setiap tahun ODHA baru didominasi kaum gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL)," katanya.

Jumlah pengidap HIV/AIDS dari LSL mencapai 40 persen dari ODHA yang ditemukan setiap tahunnya dan lebihnya bervariasi dari ibu rumah tangga, pekerja seks dan lainnya.

Ia menilai angka harapan hidup dari pengidap HIV/AIDS di Cianjur, tidak dapat ditentukan berapa lama karena harus dilihat dari tingkatan penyakit dan pengobatannya. "Jika terdeteksi dini dan rutin mengkonsumsi obat, maka harapan hidup lebih panjang, meskipun virusnya tidak akan benar-benar mati dengan obat yang ada," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama periode Januari-September 2018 terdapat 95 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru.

Jumlah ODHA dari tahun 2001 hingga 2018 berjumlah 916 orang, namun selama ini hanya sebagian yang rutin memeriksakan diri dan berobat.

Sekretaris KPA Cianjur, Hilman di Cianjur Rabu (10/10) mengatakan pada triwulan kedua atau periode Januari hingga Juni tercatat ada 57 ODHA, namun pada September angkanya sudah mencapai 95 ODHA baru.

"Jadi dalam waktu tiga bulan ada 38 ODHA baru. Kemungkinan hingga akhir tahun akan terus bertambah. Bisa lebih dari 100 ODHA baru yang ditemukan selama 2018," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan temuan akan terus ada setiap tahun sebagai bukti kinerja pencatatan dan pendataan ODHA terus dilakukan.

Dia menargetkan tahun ini pendataan akan mencapai angka maksimal hingga seluruh ODHA di Cianjur tercatat. "Seperti fenomena gunung es, hanya sedikit di permukaan, tapi yang tidak nampak lebih banyak. Makanya kami terus bergerak mencatat dan mendata, supaya data yang tidak nampak bisa diketahui," katanya.

"Mirisnya setiap tahun ODHA baru didominasi kaum gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL)," katanya.

Jumlah pengidap HIV/AIDS dari LSL mencapai 40 persen dari ODHA yang ditemukan setiap tahunnya dan lebihnya bervariasi dari ibu rumah tangga, pekerja seks dan lainnya.

Ia menilai angka harapan hidup dari pengidap HIV/AIDS di Cianjur, tidak dapat ditentukan berapa lama karena harus dilihat dari tingkatan penyakit dan pengobatannya. "Jika terdeteksi dini dan rutin mengkonsumsi obat, maka harapan hidup lebih panjang, meskipun virusnya tidak akan benar-benar mati dengan obat yang ada," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:45 WIB

Bolehkah gunakan gawai saat bermain bersama anak?

Minggu, 09 Desember 2018 - 15:28 WIB

Cegah diabetes sejak dini dengan aktivitas fisik

Minggu, 09 Desember 2018 - 12:50 WIB

Penderita diabetes rentan alami infeksi TB

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com