Terdata 95 kasus HIV/AIDS baru tahun ini
Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2spqUq4

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama periode Januari-September 2018 terdapat 95 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru.

Jumlah ODHA dari tahun 2001 hingga 2018 berjumlah 916 orang, namun selama ini hanya sebagian yang rutin memeriksakan diri dan berobat.

Sekretaris KPA Cianjur, Hilman di Cianjur Rabu (10/10) mengatakan pada triwulan kedua atau periode Januari hingga Juni tercatat ada 57 ODHA, namun pada September angkanya sudah mencapai 95 ODHA baru.

"Jadi dalam waktu tiga bulan ada 38 ODHA baru. Kemungkinan hingga akhir tahun akan terus bertambah. Bisa lebih dari 100 ODHA baru yang ditemukan selama 2018," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan temuan akan terus ada setiap tahun sebagai bukti kinerja pencatatan dan pendataan ODHA terus dilakukan.

Dia menargetkan tahun ini pendataan akan mencapai angka maksimal hingga seluruh ODHA di Cianjur tercatat. "Seperti fenomena gunung es, hanya sedikit di permukaan, tapi yang tidak nampak lebih banyak. Makanya kami terus bergerak mencatat dan mendata, supaya data yang tidak nampak bisa diketahui," katanya.

"Mirisnya setiap tahun ODHA baru didominasi kaum gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL)," katanya.

Jumlah pengidap HIV/AIDS dari LSL mencapai 40 persen dari ODHA yang ditemukan setiap tahunnya dan lebihnya bervariasi dari ibu rumah tangga, pekerja seks dan lainnya.

Ia menilai angka harapan hidup dari pengidap HIV/AIDS di Cianjur, tidak dapat ditentukan berapa lama karena harus dilihat dari tingkatan penyakit dan pengobatannya. "Jika terdeteksi dini dan rutin mengkonsumsi obat, maka harapan hidup lebih panjang, meskipun virusnya tidak akan benar-benar mati dengan obat yang ada," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 19:09 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ...
Minggu, 14 April 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Seorang spesialis penyakit retina dan direktur Ophthalmic Research at the L...
Jumat, 12 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Perbaikan gizi adalah salah satu upaya nyata untuk mengakhiri kemiskinan di Indo...
Kamis, 11 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah meluncurkan layanan kegawatdaruratan dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyak...
Senin, 08 April 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi para peneliti Jepang menyatakan jika Anda sering buang air kec...
Sabtu, 06 April 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis anak Dr Setia Budi Salekede Sp.A(K) mengatakan penyakit in...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung b...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com -Sebanyak 150 anak Sekolah Dasar dibersihkan telinganya di Rumah Sakit Umum Daerah...
Rabu, 27 Maret 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com -Ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) J...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)