Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Polri tengarai ada yang hendak mengadu KPK-Polri

Rabu, 10 Oktober 2018 - 20:31 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto. Sumber Foto: https://bit.ly/2ORIFL9
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto. Sumber Foto: https://bit.ly/2ORIFL9

Elshinta.com - Kepolisian menengarai ada pihak yang ingin mengadu domba antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait temuan Indonesialeaks yang mengungkap dugaan aliran dana dari importir daging Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Ada yang mau mengadu antara polisi dengan KPK," kata  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/10).

Dia mengatakan, menjelang Pemilu 2019, isu-isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya kerap "digoreng" untuk memanaskan situasi. "Janganlah (mengadu domba), ini menjelang tahun politik. Biarlah kontestasi berjalan aman dan damai," katanya.

Setyo pun menegaskan tidak ada dana yang mengalir dari Basuki ke Tito. Basuki telah mengakui bahwa dana tersebut digunakannya sendiri namun dengan mencatut nama sejumlah pejabat negara. "Dia (Basuki) mengakui dia menggunakan dana itu untuk kepentingannya sendiri dengan menyebut nama-nama pejabat," katanya, seperti dikutip Antara.

Hal itu terungkap dalam pemeriksaan Basuki di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kombes Pol Adi Deriyan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Basuki juga sudah menandatangani berita acara pemeriksaan yang isinya menegaskan tidak pernah ada transfer atau pengiriman dana dari Basuki ke Tito Karnavian. "Dia (Basuki) menulis pernyataan dengan tulis tangan bahwa dia menyatakan tidak pernah (transfer uang ke Tito). Pernyataan tersebut dibuat tanpa tekanan dari siapapun," katanya.

Sebelumnya Indonesialeaks, jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:35 WIB

Ronaldo nirgol di Old Trafford, tapi Juventus raih tiga poin

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:24 WIB

Valencia hanya kantongi satu poin dari markas Young Boys

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:16 WIB

Muenchen menang di markas AEK berkat dua gol dalam tiga menit

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Elshinta.com - Kepolisian menengarai ada pihak yang ingin mengadu domba antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait temuan Indonesialeaks yang mengungkap dugaan aliran dana dari importir daging Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Ada yang mau mengadu antara polisi dengan KPK," kata  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/10).

Dia mengatakan, menjelang Pemilu 2019, isu-isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya kerap "digoreng" untuk memanaskan situasi. "Janganlah (mengadu domba), ini menjelang tahun politik. Biarlah kontestasi berjalan aman dan damai," katanya.

Setyo pun menegaskan tidak ada dana yang mengalir dari Basuki ke Tito. Basuki telah mengakui bahwa dana tersebut digunakannya sendiri namun dengan mencatut nama sejumlah pejabat negara. "Dia (Basuki) mengakui dia menggunakan dana itu untuk kepentingannya sendiri dengan menyebut nama-nama pejabat," katanya, seperti dikutip Antara.

Hal itu terungkap dalam pemeriksaan Basuki di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kombes Pol Adi Deriyan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Basuki juga sudah menandatangani berita acara pemeriksaan yang isinya menegaskan tidak pernah ada transfer atau pengiriman dana dari Basuki ke Tito Karnavian. "Dia (Basuki) menulis pernyataan dengan tulis tangan bahwa dia menyatakan tidak pernah (transfer uang ke Tito). Pernyataan tersebut dibuat tanpa tekanan dari siapapun," katanya.

Sebelumnya Indonesialeaks, jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com