Senin, 10 Desember 2018 | 17:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Bappenas: Perlu alternatif tindakan terkait dampak bencana

Rabu, 10 Oktober 2018 - 21:51 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sumber Foto: https://bit.ly/2OTXHzW
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sumber Foto: https://bit.ly/2OTXHzW

Elshinta.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bencana alam skala besar berpotensi menambah jumlah masyarakat miskin, sehingga dibutuhkan alternatif tindakan (contingency plan) untuk mengatasinya.

"Seperti di Palu sekarang, di mana banyak warga terdampak yang tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi karena masih trauma," ujar Bambang dalam konferensi internasional Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality sebagai bagian Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Kuta, Bali, Rabu (10/10).

Bambang menjelaskan bahwa bencana alam yang terjadi di suatu daerah membuat ekonomi di wilayah tersebut tidak berjalan sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat menurun.

Mengutip dari Antara, alternatif tindakan atau contingency plan diperlukan untuk menangani dampak bencana alam yang berpotensi menaikkan tingkat kemiskinan.

Pemerintah telah memastikan adanya pembentukan skema pembiayaan dan asuransi risiko bencana pada 2019 sebagai upaya penanganan dampak bencana alam secara cepat.

Bambang menjelaskan asuransi bencana dijalankan dengan memobilisasi dana dari luar APBN untuk bisa membantu daerah yang terdampak bencana. "Biasanya skemanya kita sudah petakan mana daerah yang rawan bencana, kemudian pemerintah setiap tahun membayar semacam premi dan kemudian dikelola oleh asuransi atau pengumpul dananya," ujar dia.

Ketika ada kejadian di daerah tersebut maka dana yang sudah dikumpulkan akan disalurkan ke daerah terdampak bencana, sehingga bisa memperkuat dana yang dialokasikan dari APBN.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bencana alam skala besar berpotensi menambah jumlah masyarakat miskin, sehingga dibutuhkan alternatif tindakan (contingency plan) untuk mengatasinya.

"Seperti di Palu sekarang, di mana banyak warga terdampak yang tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi karena masih trauma," ujar Bambang dalam konferensi internasional Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality sebagai bagian Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Kuta, Bali, Rabu (10/10).

Bambang menjelaskan bahwa bencana alam yang terjadi di suatu daerah membuat ekonomi di wilayah tersebut tidak berjalan sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat menurun.

Mengutip dari Antara, alternatif tindakan atau contingency plan diperlukan untuk menangani dampak bencana alam yang berpotensi menaikkan tingkat kemiskinan.

Pemerintah telah memastikan adanya pembentukan skema pembiayaan dan asuransi risiko bencana pada 2019 sebagai upaya penanganan dampak bencana alam secara cepat.

Bambang menjelaskan asuransi bencana dijalankan dengan memobilisasi dana dari luar APBN untuk bisa membantu daerah yang terdampak bencana. "Biasanya skemanya kita sudah petakan mana daerah yang rawan bencana, kemudian pemerintah setiap tahun membayar semacam premi dan kemudian dikelola oleh asuransi atau pengumpul dananya," ujar dia.

Ketika ada kejadian di daerah tersebut maka dana yang sudah dikumpulkan akan disalurkan ke daerah terdampak bencana, sehingga bisa memperkuat dana yang dialokasikan dari APBN.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com