Selasa, 18 Desember 2018 | 01:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Warga Malaysia dituntut setahun penjara

Rabu, 10 Oktober 2018 - 21:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Nor Faraniza binti Nor Azam. Sumber foto: https://bit.ly/2A2qKci
Nor Faraniza binti Nor Azam. Sumber foto: https://bit.ly/2A2qKci

Elshinta.com - Nor Faraniza binti Nor Azam (34), warga Malaysia, dituntut hukuman penjara satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi, Bali. 

Terdakwa ditangkap di Bandara Ngurah Rai karena membawa ganja dari negaranya menuju Bali.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ni Made Purnami Dewi, Jaksa Penuntut Umum Wayan Sutarta dalam sidang di PN Denpasar, Rabu (10/10), menyatakan terdakwa yang sebelumnya didakwa jaksa sebagai pengimpor ganja seberat 9,32 gram.

"Terdakwa bersalah melanggar Pasal 131 jo Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkoba," kata jaksa.

Menurut jaksa, terdakwa dengan sengaja tidak melaporkan kepada petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, bahwa suaminya Mohd Akmar Firdaus bin Ishak (terdakwa dalam berkas terpisah yang dituntut hukuman 2,5 tahun penjara) yang datang ke Bali bersama terdakwa mengimpor dan membawa sabu-sabu dari Malaysia ke Bali.

Menurut pertimbangan jaksa, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah Indonesia yang gencar-gencarnya melakukan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Sebelum ditangkap, terdakwa dan suaminya bersama dua temannya bernama Sharizal bin MD Salleh Mohd dan Rosida Mardani Tarigan datang ke Bali menggunakan pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 Maret 2018 pukul 14.30 Wita.

Saat dilakukan pemeriksaan di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, petugas Bea dan Cukai melihat gerak-gerik terdakwa bersama suaminya Mohd Akmar Firdaus bin Ishak yang seperti panik saat akan dilakukan pemeriksaan x-ray.

Dugaan petugas ternyata benar, saat dilakukan pemeriksaan terhadap koper milik suami terdakwa ditemukan satu plastik ganja yang tersimpan di dalam saku celana di dalam koper itu.

Setelah ditimbang, ternyata petugas mendapati beratnya total ganja itu mencapai 9,68 gram. Kepada petugas, keduanya berkelit bahwa barang terlarang itu rencananya akan digunakan terdakwa bersama suaminya selama berlibur di Bali, demikian dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Nor Faraniza binti Nor Azam (34), warga Malaysia, dituntut hukuman penjara satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi, Bali. 

Terdakwa ditangkap di Bandara Ngurah Rai karena membawa ganja dari negaranya menuju Bali.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ni Made Purnami Dewi, Jaksa Penuntut Umum Wayan Sutarta dalam sidang di PN Denpasar, Rabu (10/10), menyatakan terdakwa yang sebelumnya didakwa jaksa sebagai pengimpor ganja seberat 9,32 gram.

"Terdakwa bersalah melanggar Pasal 131 jo Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkoba," kata jaksa.

Menurut jaksa, terdakwa dengan sengaja tidak melaporkan kepada petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, bahwa suaminya Mohd Akmar Firdaus bin Ishak (terdakwa dalam berkas terpisah yang dituntut hukuman 2,5 tahun penjara) yang datang ke Bali bersama terdakwa mengimpor dan membawa sabu-sabu dari Malaysia ke Bali.

Menurut pertimbangan jaksa, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah Indonesia yang gencar-gencarnya melakukan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Sebelum ditangkap, terdakwa dan suaminya bersama dua temannya bernama Sharizal bin MD Salleh Mohd dan Rosida Mardani Tarigan datang ke Bali menggunakan pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 Maret 2018 pukul 14.30 Wita.

Saat dilakukan pemeriksaan di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, petugas Bea dan Cukai melihat gerak-gerik terdakwa bersama suaminya Mohd Akmar Firdaus bin Ishak yang seperti panik saat akan dilakukan pemeriksaan x-ray.

Dugaan petugas ternyata benar, saat dilakukan pemeriksaan terhadap koper milik suami terdakwa ditemukan satu plastik ganja yang tersimpan di dalam saku celana di dalam koper itu.

Setelah ditimbang, ternyata petugas mendapati beratnya total ganja itu mencapai 9,68 gram. Kepada petugas, keduanya berkelit bahwa barang terlarang itu rencananya akan digunakan terdakwa bersama suaminya selama berlibur di Bali, demikian dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com