Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Peristiwa Hari Ini

11 Oktober: Meninggalnya Pangeran Antasari, Pahlawan Nasional Indonesia

Kamis, 11 Oktober 2018 - 05:25 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Dewi Rusiana
Wajah Pangeran Antasari diabadikan dalam pecahan Rp2.000./bit.ly/2yf4XwM
Wajah Pangeran Antasari diabadikan dalam pecahan Rp2.000./bit.ly/2yf4XwM

Elshinta.com - Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Meninggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Utara.  

Pahlawan Nasional yang identik dengan masyarakat Banjar itu, meninggal karena penyakit paru-paru. Kerangkanya dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Perang Banjar Banjarmasin.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir, ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Gusti Inu Kartapati mempunyai 8 puteri dan 3 putera.     

Pangeran Antasari dinobatkan sebagai pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, 14 Maret 1862. Ia menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. 

Setelah meninggal, perjuangan Pangeran Antasari diteruskan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya; Pangeran Perbatasari dan Ratu Zahela.   

Wajah Pangeran Antasari tertera pada uang kertas pecahan Rp2.000 tahun cetakan 2009. Statusnya sebagai Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada 27 Maret 1968 melalui SK No. 06/TK/1968. 

Nama Pangeran Antasari juga diabadikan sebagai nama Komando Resort Militer (Korem) 101 dan nama Universitas Islam Negeri (UIN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 23 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LIPI sebut ilmu sosial berperan signifikan sukseskan pembangunan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Elshinta.com - Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Meninggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Utara.  

Pahlawan Nasional yang identik dengan masyarakat Banjar itu, meninggal karena penyakit paru-paru. Kerangkanya dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Perang Banjar Banjarmasin.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir, ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Gusti Inu Kartapati mempunyai 8 puteri dan 3 putera.     

Pangeran Antasari dinobatkan sebagai pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, 14 Maret 1862. Ia menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. 

Setelah meninggal, perjuangan Pangeran Antasari diteruskan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya; Pangeran Perbatasari dan Ratu Zahela.   

Wajah Pangeran Antasari tertera pada uang kertas pecahan Rp2.000 tahun cetakan 2009. Statusnya sebagai Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada 27 Maret 1968 melalui SK No. 06/TK/1968. 

Nama Pangeran Antasari juga diabadikan sebagai nama Komando Resort Militer (Korem) 101 dan nama Universitas Islam Negeri (UIN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:46 WIB

BMKG pasang 20 sensor gempa di Sulteng

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Polresta Malang gerebek toko pembuat miras oplosan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com