MemoRI 11 Oktober
11 Oktober: Meninggalnya Pangeran Antasari, Pahlawan Nasional Indonesia
Elshinta
Penulis : Widodo | Editor : Dewi Rusiana
11 Oktober: Meninggalnya Pangeran Antasari, Pahlawan Nasional Indonesia
Wajah Pangeran Antasari diabadikan dalam pecahan Rp2.000./bit.ly/2yf4XwM

Elshinta.com - Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Meninggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Utara.  

Pahlawan Nasional yang identik dengan masyarakat Banjar itu, meninggal karena penyakit paru-paru. Kerangkanya dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Perang Banjar Banjarmasin.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir, ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Gusti Inu Kartapati mempunyai 8 puteri dan 3 putera.     

Pangeran Antasari dinobatkan sebagai pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, 14 Maret 1862. Ia menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. 

Setelah meninggal, perjuangan Pangeran Antasari diteruskan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya; Pangeran Perbatasari dan Ratu Zahela.   

Wajah Pangeran Antasari tertera pada uang kertas pecahan Rp2.000 tahun cetakan 2009. Statusnya sebagai Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada 27 Maret 1968 melalui SK No. 06/TK/1968. 

Nama Pangeran Antasari juga diabadikan sebagai nama Komando Resort Militer (Korem) 101 dan nama Universitas Islam Negeri (UIN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
19 September 1945, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya
Sabtu, 19 September 2020 - 07:33 WIB
Sejarah hari ini, 75 tahun silam tepatnya pada 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera...
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
16 September 1979, Stadion Teladan ambruk
Rabu, 16 September 2020 - 09:06 WIB
Hari ini 41 tahun lalu, tepatnya 16 September 1979, artis cilik Adi Bing Slamet dan Iyut Bing Slamet...
15 September 1945, sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta
Selasa, 15 September 2020 - 08:16 WIB
Pada tanggal 15 September 1945, sekutu mendaratkan tentaranya di Tanjung Priok yang disusul dengan p...
Warga Kuala pengidap epilepsi ditemukan meninggal di sungai
Senin, 14 September 2020 - 13:45 WIB
Warga Kecamatan Kuala sontak terkejut atas ditemukan sesosok mayat laki-laki tepatnya di Sungai Bua...
Satgas Covid-19 Kalbar razia masker di Kota Pontianak
Senin, 14 September 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 200 personil TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP yang tergabung dalam tim Gugus Tugas...
14 September 2017, ratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Solok Selatan 
Senin, 14 September 2020 - 07:32 WIB
Ratusan rumah rusak setelah dihantam banjir ba‎ndang di Solok Selatan, Padang, Sumatera Barat. Ban...
13 September 2000, 20 tahun lalu bom mobil meledak di parkiran Bursa Efek Jakarta
Minggu, 13 September 2020 - 06:27 WIB
Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya 13 September 2000, sebuah bom berdaya ledak tinggi meluluh lantakka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV