Kamis, 13 Desember 2018 | 14:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Peristiwa Hari Ini

11 Oktober: Meninggalnya Pangeran Antasari, Pahlawan Nasional Indonesia

Kamis, 11 Oktober 2018 - 05:25 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Dewi Rusiana
Wajah Pangeran Antasari diabadikan dalam pecahan Rp2.000./bit.ly/2yf4XwM
Wajah Pangeran Antasari diabadikan dalam pecahan Rp2.000./bit.ly/2yf4XwM

Elshinta.com - Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Meninggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Utara.  

Pahlawan Nasional yang identik dengan masyarakat Banjar itu, meninggal karena penyakit paru-paru. Kerangkanya dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Perang Banjar Banjarmasin.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir, ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Gusti Inu Kartapati mempunyai 8 puteri dan 3 putera.     

Pangeran Antasari dinobatkan sebagai pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, 14 Maret 1862. Ia menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. 

Setelah meninggal, perjuangan Pangeran Antasari diteruskan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya; Pangeran Perbatasari dan Ratu Zahela.   

Wajah Pangeran Antasari tertera pada uang kertas pecahan Rp2.000 tahun cetakan 2009. Statusnya sebagai Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada 27 Maret 1968 melalui SK No. 06/TK/1968. 

Nama Pangeran Antasari juga diabadikan sebagai nama Komando Resort Militer (Korem) 101 dan nama Universitas Islam Negeri (UIN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

Elshinta.com - Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Meninggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Utara.  

Pahlawan Nasional yang identik dengan masyarakat Banjar itu, meninggal karena penyakit paru-paru. Kerangkanya dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Perang Banjar Banjarmasin.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kartapati. Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir, ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Gusti Inu Kartapati mempunyai 8 puteri dan 3 putera.     

Pangeran Antasari dinobatkan sebagai pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, 14 Maret 1862. Ia menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. 

Setelah meninggal, perjuangan Pangeran Antasari diteruskan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya; Pangeran Perbatasari dan Ratu Zahela.   

Wajah Pangeran Antasari tertera pada uang kertas pecahan Rp2.000 tahun cetakan 2009. Statusnya sebagai Pahlawan Nasional ditetapkan oleh pemerintah pada 27 Maret 1968 melalui SK No. 06/TK/1968. 

Nama Pangeran Antasari juga diabadikan sebagai nama Komando Resort Militer (Korem) 101 dan nama Universitas Islam Negeri (UIN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com