Rabu, 12 Desember 2018 | 02:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Atletik

Asian Para Games 2018

Indonesia boyong medali lari 100 meter putri T13

Kamis, 11 Oktober 2018 - 06:10 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Para atlet Para Atletik Indonesia peraih semua medali di kelas 100M Women T13. Sumber foto: https://bit.ly/2E8B7zs
Para atlet Para Atletik Indonesia peraih semua medali di kelas 100M Women T13. Sumber foto: https://bit.ly/2E8B7zs

Elshinta.com - Kontingen Indonesia memboyong tiga medali langsung, emas, perak, dan perunggu pada nomor lari 100 meter putri T13 Asian Para Games 2018, dalam perlombaan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10) malam.

Putri Aulia meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 12,49 detik. Kemudian Ni Made Arianti Putri menyusul di belakangnya dengan catatan waktu 13 detik dan berhak atas medali perak.

Enda Sari Sitorus meraih medali perunggu dengan catatan waktu 13,07 detik pada kelas disabilitas penglihatan itu.

Trio atlet putri Indonesia itu mengalahkan tiga pesaing lain yaitu Tomomi Sato dari Jepang, Pornpansa Suwanmahawong dari Thailand, dan Souliphone Vongoala dari Laos.

"Saya tidak menyangka kalau kami bertiga turun pada kelas T13 ini. Ini adalah Asian Para Games perdana bagi kami bertiga. Kami bersyukur dapat mencapai hasil ini," kata Putri.

Putri mengaku sebagian bonus medalinya akan disumbangkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah selain didedikasikan kepada keluarganya.

"Memang saya sudah berniat sebagian rejeki itu buat disumbangkan ke Palu," kata Putri.

Sementara, Arianti mempersembahkan medalinya bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukungnya dalam perlombaan lari atletik Asian Para Games.

"Kami tidak menyangka naik podium bertiga. Tapi, saya sempat bilang kepada teman-teman kalau kami akan naik podium bersama," kata Arianti.

Enda Sari mengaku medali yang didapatnya pada Rabu malam dipersembahkan bagi ayahnya yang berulang tahun. "Ayah saya menonton dari televisi karena dia di Medan. Dia berpesan saya tidak boleh grogi," kata Enda Sari yang juga mengaku akan menyumbangkan sebagian bonusnya bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Demikian Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Kontingen Indonesia memboyong tiga medali langsung, emas, perak, dan perunggu pada nomor lari 100 meter putri T13 Asian Para Games 2018, dalam perlombaan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10) malam.

Putri Aulia meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 12,49 detik. Kemudian Ni Made Arianti Putri menyusul di belakangnya dengan catatan waktu 13 detik dan berhak atas medali perak.

Enda Sari Sitorus meraih medali perunggu dengan catatan waktu 13,07 detik pada kelas disabilitas penglihatan itu.

Trio atlet putri Indonesia itu mengalahkan tiga pesaing lain yaitu Tomomi Sato dari Jepang, Pornpansa Suwanmahawong dari Thailand, dan Souliphone Vongoala dari Laos.

"Saya tidak menyangka kalau kami bertiga turun pada kelas T13 ini. Ini adalah Asian Para Games perdana bagi kami bertiga. Kami bersyukur dapat mencapai hasil ini," kata Putri.

Putri mengaku sebagian bonus medalinya akan disumbangkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah selain didedikasikan kepada keluarganya.

"Memang saya sudah berniat sebagian rejeki itu buat disumbangkan ke Palu," kata Putri.

Sementara, Arianti mempersembahkan medalinya bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukungnya dalam perlombaan lari atletik Asian Para Games.

"Kami tidak menyangka naik podium bertiga. Tapi, saya sempat bilang kepada teman-teman kalau kami akan naik podium bersama," kata Arianti.

Enda Sari mengaku medali yang didapatnya pada Rabu malam dipersembahkan bagi ayahnya yang berulang tahun. "Ayah saya menonton dari televisi karena dia di Medan. Dia berpesan saya tidak boleh grogi," kata Enda Sari yang juga mengaku akan menyumbangkan sebagian bonusnya bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Demikian Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com