Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Atletik

Asian Para Games 2018

Indonesia boyong medali lari 100 meter putri T13

Kamis, 11 Oktober 2018 - 06:10 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Para atlet Para Atletik Indonesia peraih semua medali di kelas 100M Women T13. Sumber foto: https://bit.ly/2E8B7zs
Para atlet Para Atletik Indonesia peraih semua medali di kelas 100M Women T13. Sumber foto: https://bit.ly/2E8B7zs

Elshinta.com - Kontingen Indonesia memboyong tiga medali langsung, emas, perak, dan perunggu pada nomor lari 100 meter putri T13 Asian Para Games 2018, dalam perlombaan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10) malam.

Putri Aulia meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 12,49 detik. Kemudian Ni Made Arianti Putri menyusul di belakangnya dengan catatan waktu 13 detik dan berhak atas medali perak.

Enda Sari Sitorus meraih medali perunggu dengan catatan waktu 13,07 detik pada kelas disabilitas penglihatan itu.

Trio atlet putri Indonesia itu mengalahkan tiga pesaing lain yaitu Tomomi Sato dari Jepang, Pornpansa Suwanmahawong dari Thailand, dan Souliphone Vongoala dari Laos.

"Saya tidak menyangka kalau kami bertiga turun pada kelas T13 ini. Ini adalah Asian Para Games perdana bagi kami bertiga. Kami bersyukur dapat mencapai hasil ini," kata Putri.

Putri mengaku sebagian bonus medalinya akan disumbangkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah selain didedikasikan kepada keluarganya.

"Memang saya sudah berniat sebagian rejeki itu buat disumbangkan ke Palu," kata Putri.

Sementara, Arianti mempersembahkan medalinya bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukungnya dalam perlombaan lari atletik Asian Para Games.

"Kami tidak menyangka naik podium bertiga. Tapi, saya sempat bilang kepada teman-teman kalau kami akan naik podium bersama," kata Arianti.

Enda Sari mengaku medali yang didapatnya pada Rabu malam dipersembahkan bagi ayahnya yang berulang tahun. "Ayah saya menonton dari televisi karena dia di Medan. Dia berpesan saya tidak boleh grogi," kata Enda Sari yang juga mengaku akan menyumbangkan sebagian bonusnya bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Demikian Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Kontingen Indonesia memboyong tiga medali langsung, emas, perak, dan perunggu pada nomor lari 100 meter putri T13 Asian Para Games 2018, dalam perlombaan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10) malam.

Putri Aulia meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 12,49 detik. Kemudian Ni Made Arianti Putri menyusul di belakangnya dengan catatan waktu 13 detik dan berhak atas medali perak.

Enda Sari Sitorus meraih medali perunggu dengan catatan waktu 13,07 detik pada kelas disabilitas penglihatan itu.

Trio atlet putri Indonesia itu mengalahkan tiga pesaing lain yaitu Tomomi Sato dari Jepang, Pornpansa Suwanmahawong dari Thailand, dan Souliphone Vongoala dari Laos.

"Saya tidak menyangka kalau kami bertiga turun pada kelas T13 ini. Ini adalah Asian Para Games perdana bagi kami bertiga. Kami bersyukur dapat mencapai hasil ini," kata Putri.

Putri mengaku sebagian bonus medalinya akan disumbangkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah selain didedikasikan kepada keluarganya.

"Memang saya sudah berniat sebagian rejeki itu buat disumbangkan ke Palu," kata Putri.

Sementara, Arianti mempersembahkan medalinya bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukungnya dalam perlombaan lari atletik Asian Para Games.

"Kami tidak menyangka naik podium bertiga. Tapi, saya sempat bilang kepada teman-teman kalau kami akan naik podium bersama," kata Arianti.

Enda Sari mengaku medali yang didapatnya pada Rabu malam dipersembahkan bagi ayahnya yang berulang tahun. "Ayah saya menonton dari televisi karena dia di Medan. Dia berpesan saya tidak boleh grogi," kata Enda Sari yang juga mengaku akan menyumbangkan sebagian bonusnya bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Demikian Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com