Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polisi ajak masyarakat bijak gunakan media sosial

Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:09 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A5d4O1
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A5d4O1

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial serta tidak terlibat dalam penyebaran hoaks.

"Seluruh pihak harus bijak menggunakan media sosial, serta berperan mencegah peredaran hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Syamsi, di Padang, Rabu (10/10).

Dalam acara Literasi Media Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial bersama Divisi Humas Mabes Polri, di salah satu hotel Kota Padang itu, Syamsi mengingatkan sebelum mengunggah sesuatu, masyarakat diminta mengecek kebenaran informasi itu dari berbagai sumber terlebih dahulu, lalu pastikan kebenarannya.

Ia memaparkan saat ini hampir 52 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial yang mempunyai akun di facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Keadaan tersebut tanpa adanya kesadaran dari pengguna, akan memudahkan penyebaran hoaks, SARA, ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Analis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri Kombes Slamet Pribadi menyebutkan penting masyarakat membudayakan literasi, berbicara baik, serta bijak di dunia maya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Banyak konten positif akan menekan konten hoaks, kebencian, pornografi, SARA, dan lain-lain," ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengingatkan pihak kepolisian akan menjalankan aturan hukum sesuai undang-undang yang berlaku bagi para pelaku. "Penindakan hukum itu adalah upaya terakhir, namun yang penting itu melakukan pencegahan, dan muncul kesadaran dalam diri masing-masing individu," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial serta tidak terlibat dalam penyebaran hoaks.

"Seluruh pihak harus bijak menggunakan media sosial, serta berperan mencegah peredaran hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Syamsi, di Padang, Rabu (10/10).

Dalam acara Literasi Media Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial bersama Divisi Humas Mabes Polri, di salah satu hotel Kota Padang itu, Syamsi mengingatkan sebelum mengunggah sesuatu, masyarakat diminta mengecek kebenaran informasi itu dari berbagai sumber terlebih dahulu, lalu pastikan kebenarannya.

Ia memaparkan saat ini hampir 52 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial yang mempunyai akun di facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Keadaan tersebut tanpa adanya kesadaran dari pengguna, akan memudahkan penyebaran hoaks, SARA, ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Analis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri Kombes Slamet Pribadi menyebutkan penting masyarakat membudayakan literasi, berbicara baik, serta bijak di dunia maya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Banyak konten positif akan menekan konten hoaks, kebencian, pornografi, SARA, dan lain-lain," ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengingatkan pihak kepolisian akan menjalankan aturan hukum sesuai undang-undang yang berlaku bagi para pelaku. "Penindakan hukum itu adalah upaya terakhir, namun yang penting itu melakukan pencegahan, dan muncul kesadaran dalam diri masing-masing individu," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com