Senin, 10 Desember 2018 | 17:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polisi ajak masyarakat bijak gunakan media sosial

Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:09 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A5d4O1
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2A5d4O1

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial serta tidak terlibat dalam penyebaran hoaks.

"Seluruh pihak harus bijak menggunakan media sosial, serta berperan mencegah peredaran hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Syamsi, di Padang, Rabu (10/10).

Dalam acara Literasi Media Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial bersama Divisi Humas Mabes Polri, di salah satu hotel Kota Padang itu, Syamsi mengingatkan sebelum mengunggah sesuatu, masyarakat diminta mengecek kebenaran informasi itu dari berbagai sumber terlebih dahulu, lalu pastikan kebenarannya.

Ia memaparkan saat ini hampir 52 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial yang mempunyai akun di facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Keadaan tersebut tanpa adanya kesadaran dari pengguna, akan memudahkan penyebaran hoaks, SARA, ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Analis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri Kombes Slamet Pribadi menyebutkan penting masyarakat membudayakan literasi, berbicara baik, serta bijak di dunia maya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Banyak konten positif akan menekan konten hoaks, kebencian, pornografi, SARA, dan lain-lain," ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengingatkan pihak kepolisian akan menjalankan aturan hukum sesuai undang-undang yang berlaku bagi para pelaku. "Penindakan hukum itu adalah upaya terakhir, namun yang penting itu melakukan pencegahan, dan muncul kesadaran dalam diri masing-masing individu," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial serta tidak terlibat dalam penyebaran hoaks.

"Seluruh pihak harus bijak menggunakan media sosial, serta berperan mencegah peredaran hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Syamsi, di Padang, Rabu (10/10).

Dalam acara Literasi Media Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial bersama Divisi Humas Mabes Polri, di salah satu hotel Kota Padang itu, Syamsi mengingatkan sebelum mengunggah sesuatu, masyarakat diminta mengecek kebenaran informasi itu dari berbagai sumber terlebih dahulu, lalu pastikan kebenarannya.

Ia memaparkan saat ini hampir 52 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial yang mempunyai akun di facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Keadaan tersebut tanpa adanya kesadaran dari pengguna, akan memudahkan penyebaran hoaks, SARA, ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Analis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri Kombes Slamet Pribadi menyebutkan penting masyarakat membudayakan literasi, berbicara baik, serta bijak di dunia maya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Banyak konten positif akan menekan konten hoaks, kebencian, pornografi, SARA, dan lain-lain," ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengingatkan pihak kepolisian akan menjalankan aturan hukum sesuai undang-undang yang berlaku bagi para pelaku. "Penindakan hukum itu adalah upaya terakhir, namun yang penting itu melakukan pencegahan, dan muncul kesadaran dalam diri masing-masing individu," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com