Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

PB PMII nilai isu suap Kapolri pengalihan isu penanganan kasus Ratna

Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang. Sumber foto: https://bit.ly/2RHy0Bb
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang. Sumber foto: https://bit.ly/2RHy0Bb

Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang berpendapat bahwa beredarnya isu bahwa Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima suap dari importir Basuki Hariman terkait kasus korupsi daging sapi, adalah upaya untuk pengalihan isu penanganan kasus hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang tengah disidik Polri.

Dari siaran pers PB PMII, Kamis (11/10), PB PMII mempertanyakan munculnya isu tersebut di saat Polri sedang menangani kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Agus menduga ini adalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik dengan memunculkan isu baru. "Dengan adanya pemberitaan ini, membuat Polri tidak dapat bekerja secara fokus untuk menangani kasus-kasus yang masuk, terutama kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Hal ini sangat melemahkan posisi Polri sebagai penegak hukum," kata Agus. 

Terlebih, kata Agus, informasi keterlibatan Kapolri Tito dalam impor daging sapi, diungkit kembali di tengah-tengah masa kampanye Pilpres tahun 2019. "Informasi yang dikemukakan Amien Rais terlalu politis," katanya.

Sebab, kata Agus, jika hal itu benar, seharusnya mantan Ketua MPR Amien Rais tidak mengatakan hal itu melalui rilis yang dibuatnya, namun langsung melaporkannya ke KPK. "Tetapi, melaporkan langsung ke KPK atas keterlibatan Tito," katanya.

Agus pun mengomentari ungkapan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto kepada media yang mendesak KPK untuk segera bertindak. Menurut Agus, Bambang sebagai salah satu mantan pimpinan KPK, seharusnya melaporkan langsung ke KPK jika memang benar Tito terlibat karena Bambang sangat mengerti prosedur penanganan kasus di KPK. "Namun, lagi-lagi disayangkan, Bambang hanya mengungkapkannya di depan media. Dan ini tindakan ini bersifat politis," kata Agus.

Agus berharap agar Polri tetap fokus menangani berbagai kasus penting, terutama kasus berita bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet. "Saya kira biarkan publik yang menilai, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mulai bosan dengan beragam skenario yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyudutkan Kapolri," katanya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 23 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LIPI sebut ilmu sosial berperan signifikan sukseskan pembangunan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang berpendapat bahwa beredarnya isu bahwa Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima suap dari importir Basuki Hariman terkait kasus korupsi daging sapi, adalah upaya untuk pengalihan isu penanganan kasus hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet yang tengah disidik Polri.

Dari siaran pers PB PMII, Kamis (11/10), PB PMII mempertanyakan munculnya isu tersebut di saat Polri sedang menangani kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Agus menduga ini adalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik dengan memunculkan isu baru. "Dengan adanya pemberitaan ini, membuat Polri tidak dapat bekerja secara fokus untuk menangani kasus-kasus yang masuk, terutama kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Hal ini sangat melemahkan posisi Polri sebagai penegak hukum," kata Agus. 

Terlebih, kata Agus, informasi keterlibatan Kapolri Tito dalam impor daging sapi, diungkit kembali di tengah-tengah masa kampanye Pilpres tahun 2019. "Informasi yang dikemukakan Amien Rais terlalu politis," katanya.

Sebab, kata Agus, jika hal itu benar, seharusnya mantan Ketua MPR Amien Rais tidak mengatakan hal itu melalui rilis yang dibuatnya, namun langsung melaporkannya ke KPK. "Tetapi, melaporkan langsung ke KPK atas keterlibatan Tito," katanya.

Agus pun mengomentari ungkapan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto kepada media yang mendesak KPK untuk segera bertindak. Menurut Agus, Bambang sebagai salah satu mantan pimpinan KPK, seharusnya melaporkan langsung ke KPK jika memang benar Tito terlibat karena Bambang sangat mengerti prosedur penanganan kasus di KPK. "Namun, lagi-lagi disayangkan, Bambang hanya mengungkapkannya di depan media. Dan ini tindakan ini bersifat politis," kata Agus.

Agus berharap agar Polri tetap fokus menangani berbagai kasus penting, terutama kasus berita bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet. "Saya kira biarkan publik yang menilai, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mulai bosan dengan beragam skenario yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyudutkan Kapolri," katanya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com