Senin, 22 Oktober 2018 | 22:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Pemkab Sumenep masih data dampak gempa Situbondo

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:05 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Warga menunjukkan bangunan yang rusak akibat gempa di Jawa Timur, Kamis (11/10). Sumber foto: https://bit.ly/2RFFZPe
Warga menunjukkan bangunan yang rusak akibat gempa di Jawa Timur, Kamis (11/10). Sumber foto: https://bit.ly/2RFFZPe

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, masih mendata dampak gempa bumi dengan titik pusat di Situbondo.

"Laporan sementara yang masuk kepada kami, wilayah kami, yakni Pulau Sapudi terdampak gempa tersebut. Saat ini, jajaran kami masih melakukan pendataan di lapangan," ujar Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Sumenep, Kamis (11/10).

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari keterangan akun Twitter @InfoBMKG, telah terjadi gempa bumi dengan parameter sementara kekuatan gempa magnitudo 6,4 SR tyang dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,3 SR terjadi 11 Oktober 2018, pukul 01.44 WIB pada Lintang 7.42 LS, Bujur 114.47 BT kedalaman 10 KM dan lokasi Selat Bali.

Titik pusat gempa berada 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur, 83 Kilometer tenggara Sumenep, Jatim, 87 kilometer timur laut Kabupaten Bondowoso, 161 kilometer barat laut Denpasar, Bali, dan 860 kilometer tenggara Jakarta, dan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. "Sesuai laporan sementara yang masuk kepada kami, sejumlah bangunan dan rumah milik warga di dua desa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, mengalami kerusakan," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, sembilan warga Kecamatan Gayam menjadi korban reruntuhan bangunan tersebut dengan rincian dua meninggal dunia dan tujuh mengalami luka. Dua korban meninggal dunia itu adalah Nadar (60) dan Nuril Kamelia (7), keduanya warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep. "Itu sesuai data sementara yang masuk kepada kami di pemerintah daerah. Jajaran kami masih di lapangan untuk melakukan pendataan," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, masih mendata dampak gempa bumi dengan titik pusat di Situbondo.

"Laporan sementara yang masuk kepada kami, wilayah kami, yakni Pulau Sapudi terdampak gempa tersebut. Saat ini, jajaran kami masih melakukan pendataan di lapangan," ujar Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Sumenep, Kamis (11/10).

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari keterangan akun Twitter @InfoBMKG, telah terjadi gempa bumi dengan parameter sementara kekuatan gempa magnitudo 6,4 SR tyang dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,3 SR terjadi 11 Oktober 2018, pukul 01.44 WIB pada Lintang 7.42 LS, Bujur 114.47 BT kedalaman 10 KM dan lokasi Selat Bali.

Titik pusat gempa berada 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur, 83 Kilometer tenggara Sumenep, Jatim, 87 kilometer timur laut Kabupaten Bondowoso, 161 kilometer barat laut Denpasar, Bali, dan 860 kilometer tenggara Jakarta, dan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. "Sesuai laporan sementara yang masuk kepada kami, sejumlah bangunan dan rumah milik warga di dua desa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, mengalami kerusakan," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, sembilan warga Kecamatan Gayam menjadi korban reruntuhan bangunan tersebut dengan rincian dua meninggal dunia dan tujuh mengalami luka. Dua korban meninggal dunia itu adalah Nadar (60) dan Nuril Kamelia (7), keduanya warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep. "Itu sesuai data sementara yang masuk kepada kami di pemerintah daerah. Jajaran kami masih di lapangan untuk melakukan pendataan," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com