Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Kejati: Perkara mantan Bupati Tapanuli Tengah belum dilimpahkan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:59 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Logo Kejaksaan Agung. Sumber foto: https://bit.ly/2zVjwYC
Logo Kejaksaan Agung. Sumber foto: https://bit.ly/2zVjwYC

Elshinta.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara hingga kini masih menunggu dari penyidik Polda Sumut pelimpahan berkas perkara tersangka mantan Bupati Tapanuli Tengah berinisial ST, dalam dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai senilai Rp450 juta.

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Kamis (11/10) mengatakan, berkas perkara itu, sebelumnya telah dikembalikan ke Polda Sumut, untuk segera dilengkapi karena masih banyak kekurangan atau P-19.

Kekurangan berkas tersebut, menurut dia, yaitu berupa persyaratan formil maupun materil dan hal itu harus secepatnya dipenuhi oleh Polda Sumut. "Kejati Sumut, juga telah memberikan waktu selama 14 hari untuk menyempurnakan berkas perkara mantan orang pertama di Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) itu," ujarnya.

Ia menyebutkan, setelah berkas itu, nantinya diserahkan Polda Sumut, maka Jaksa yang menangani perkara tersebut, akan meneliti apa benar sudah lengkap sesuai dengan persyaratan. Kalau sudah lengkap, maka Jaksa akan menentukan P-21 dan menunggu pelimpahan berkas perkara tahap kedua dan sekaligus menyerahkan tersangka, serta sejumlah barang bukti.

"Kemudian, Jaksa akan menyusun dakwaan untuk diserahkan nantinya ke Pengadilan Negeri (PN) Medan agar perkaranya disidangkan," kata juru bicara Kejati Sumut itu seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, penyidik Polda Sumut menetapkan mantan Bupati Tapteng berinisil ST menjadi status tersangka, dalam dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai Rp450 juta.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara hingga kini masih menunggu dari penyidik Polda Sumut pelimpahan berkas perkara tersangka mantan Bupati Tapanuli Tengah berinisial ST, dalam dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai senilai Rp450 juta.

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Kamis (11/10) mengatakan, berkas perkara itu, sebelumnya telah dikembalikan ke Polda Sumut, untuk segera dilengkapi karena masih banyak kekurangan atau P-19.

Kekurangan berkas tersebut, menurut dia, yaitu berupa persyaratan formil maupun materil dan hal itu harus secepatnya dipenuhi oleh Polda Sumut. "Kejati Sumut, juga telah memberikan waktu selama 14 hari untuk menyempurnakan berkas perkara mantan orang pertama di Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) itu," ujarnya.

Ia menyebutkan, setelah berkas itu, nantinya diserahkan Polda Sumut, maka Jaksa yang menangani perkara tersebut, akan meneliti apa benar sudah lengkap sesuai dengan persyaratan. Kalau sudah lengkap, maka Jaksa akan menentukan P-21 dan menunggu pelimpahan berkas perkara tahap kedua dan sekaligus menyerahkan tersangka, serta sejumlah barang bukti.

"Kemudian, Jaksa akan menyusun dakwaan untuk diserahkan nantinya ke Pengadilan Negeri (PN) Medan agar perkaranya disidangkan," kata juru bicara Kejati Sumut itu seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, penyidik Polda Sumut menetapkan mantan Bupati Tapteng berinisil ST menjadi status tersangka, dalam dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai Rp450 juta.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com