OJK pastikan perkuat koordinasi hadapi tekanan global
Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:48 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Logo OJK. Sumber foto: https://bit.ly/2OksBlw

Elshinta.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus meningkatkan koordinasi maupun komunikasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI), dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

"Pemerintah, BI, dan OJK telah menerbitkan bauran kebijakan jangka pendek dan menengah serta terus memantau perkembangan ekonomi yang terjadi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam diskusi "Navigating Indonesia’s Economy in The Global Uncertainties" di Nusa Dua Bali, Rabu (10/10).

Wimboh mengatakan, sektor jasa keuangan perlu bersiap diri dalam menghadapi pergerakan ekonomi global, karena meningkatnya suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) berpotensi diikuti oleh kenaikan suku bunga domestik.

"Bank dan perusahaan pembiayaan perlu mengerahkan usaha ekstra untuk melakukan efisiensi. Hal ini akan mengurangi dampak kenaikan suku bunga pinjaman yang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ia menambahkan, OJK juga akan mempromosikan pendalaman pasar keuangan dengan meningkatkan sisi suplai dari sisi permintaan serta menyiapkan dukungan infrastruktur.

"Kami telah menetapkan strategi nasional pendalaman pasar keuangan. Dengan ini saya berharap pasar keuangan kita akan tumbuh kuat dan mengurangi ketergantungan aliran modal asing," katanya.

Saat ini, paparnya, kondisi industri jasa keuangan sangat solid, yang didukung dengan data pemodalan yang cukup kuat, likuiditas yang baik, dan tingkat risiko yang terkendali. Hal ini terlihat dari terjaganya rasio kecukupan modal perbankan pada kisaran 23 persen maupun tingkat pemodalan perusahaan asuransi yang berada diatas ambang batas. 

"Likuiditas perbankan juga dalam kondisi yang cukup, 'excess reserve' perbankan mencapai sekitar Rp518 triliun. Hal ini memberikan 'buffer' yang cukup bagi sektor jasa keuangan dalam menghadapi tekanan," kata Wimboh.

Selain itu, intermediasi sektor jasa keuangan menunjukkan tren yang meningkat dengan pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 12,12 persen (yoy) dengan kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,74 persen.

Pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan ikut tercatat baik yaitu tumbuh 5,82 persen dengan NPF sebesar 3,11 persen.

"Kami terus memonitor dan mengevaluasi perkembangan risiko kredit baik perbankan maupun perusahaan pembiayaan untuk mencegah terjadinya krisis di sektor jasa keuangan," ujar Wimboh, dikutip Antara

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina EP Cepu Operator proyek strategis nasional Lapangan Unitisasi ...
Kamis, 25 April 2019 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Menjelang bulan Ramadan 2019, satuan tugas (Satgas) pangan Polres Cianjur, ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, industri ot...
Kamis, 25 April 2019 - 16:03 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, produksi in...
Kamis, 25 April 2019 - 15:53 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mempunyai pengalaman mena...
Kamis, 25 April 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dan Menteri Bea Cukai China Ni Yue Feng,...
Kamis, 25 April 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (...
Kamis, 25 April 2019 - 10:55 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/4)...
Kamis, 25 April 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik moderat pa...
Rabu, 24 April 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Bambang Haryo merasa kecewa dengan adanya kenaikan tarif pes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)